Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Umum ›› Perebutan Pasar Onan Poriaha Bersiteru, Penggugat “Bentrok” Dengan Kuasa Hukum Pemkab Tapteng

Perebutan Pasar Onan Poriaha Bersiteru, Penggugat “Bentrok” Dengan Kuasa Hukum Pemkab Tapteng

Tapteng | suarasumut.com  –  Setelah sidang pengadilan ditunda pada perebutan lahan Pasar Onan Poriaha berbuntut perseteruan sengit dengan penggugat intervensi Manca Hutagalung antara kuasa hukum pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Adv Parlaungan Silalahi, SH, di posbakum Pengadilan Negeri Sibolga Senin, (10/4/2017) sekira pukul 15.30 Wib.

Awalnya, kedua belah pihak dalam ruangan tampak berunding secara baik-baik, namun tidak beberapa lama kemudian terjadi perdebatan anatara sesama pihak.

Terhadap Parlaungan, Manca Hutagalung mengatakan, bahwa bukti legalistas surat tanah hak milik dalam persidangan tersebut sudah jelas terbukti keberadaannya. Penggugat intervensi ini meminta agar hal tersebut disampaikan terhadap instansi terkait Pemkab Tapteng.

“Ini memang jelas hak waris milik dari opung (nenek moyang ) kami. Jadi, Pemkab Tapteng jangan bermimpi jika kalian memiliki lahan tersebut. Sampaikan itu terhadap Sekda Tapteng,” pesan Manca terhadap Parlaungan.

“Ya kita tunggulah hasil putusan sidang, apa yang saya mau perbuat?, saya hanya diberi kuasa saja untuk mendampingi ini,” jawab Parlaungan dalam perselisihan tersebut.

Manca mengaku merasa kesal atas penundaan sidang tersebut, seolah-olah menurut dia waktu selama proses tahapan sidang banyak yang tersita. Bahkan posisi keberadaannya bagi keluarga dan pekerjaannya yang berada di Jakarta harus di tinggalkan demi menunggu hasil putusan sidang.

“Saya merasa kecewa bahwa terlalu lama saya disini (Tapteng). Keluarga saya yang disana pun sudah merasa menunggu tentang hasil putusan ini,” kesal perantau Poriaha ini.

Menyikapi hal tersebut terhadap media Parlaungan mengatakan gelar perkara perdata itu sampai saat ini masih menunggu hasil putusan sidang dari majelis hakim Pengadilan Negeri Sibolga.

Diungkapkannya, perebutan lahan pasar onan Poriaha yang berada di kelurahan Tapian Nauli II ini berharap dapat secepatnya di putuskan. Dilain hal tersebut, Parlaungan juga mengaku merasa kecewa atas ketidakhadiran si penggugat serta kuasa hukumnya.

“Sepuluh hari yang lalu kita sudah mengasih kesempatan agar penggugat asal hadir P Pasaribu bersama Kuasa Hukumnya Yusniar Siahaan, SH namun ketika digelar sidang ini mereka tidak hadir. Kita disitu dalam persidangan itu merasa kecewa,”ungkapnya.

Kuasa Hukum penggugat asal Yusniar E Siahaan, SH menyampaikan berlangsungnya persidangan pasar onan tersebut tidak dapat dihadiri dikarenakan ada jadwal yang harus dijalani pada persidangan lain.

“Aku dalam persidangan PN Simalungun, Aku sudah buat surat ke paniteranya, bahwa aku ijin,” tutup Yusniar via Seluler.(ph/ss-tt)

Kata kunci terkait:
pasar onan poriaha bentrok, pasar onan poriaha sibolga tap teng sumut

Lihat Juga

Kabupaten Karo Terima Piagam Penghargaan HAM

Karo | suarasumut.com  –  Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia tahun 2017, mengangkat tema “Kerja ...