Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› PENYIDIK KEJARI GELEDAH KANTOR SETWAN KOTA GUNUNGSITOLI

PENYIDIK KEJARI GELEDAH KANTOR SETWAN KOTA GUNUNGSITOLI

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com — Penyidik Kejaksaan Negeri Gunungsitoli melakukan penggeledahan di kantor Sekretariat DPRD Kota Gunungsitoli, Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Senin (14/4). Penggeledahan Kantor Setwan Kota Gunungsitoli terkait kasus dugaan korupsi Dana Setwan Kota Gunungsitoli tahun 2012 yang merugikan Negara sesuai audit Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) kurang lebih Rp 800 juta.

Pada penggeledahan Kantor Setwan Kota Gunungsitoli, Penyidik Kejari Gunungsitoli yang dipimpin Kasi Pidsus Junius Zega, SH, MH didampingi Kasi Intelijen Rabani Halawa, SH, MH dibantu sejumlah penyidik pembantu berhasil menyita barang bukti berupa surat pertanggungjawaban dan beberapa Dokumen pendukung serta sebuah Laptop yang diduga menyimpan Arsip terkait dana setwan Kota Gunungsitoli tahun 2012.

Usai melakukan penggeledahan di Kantor Setwan Kota Gunungsitoli, tim penyidik Kejari Gunungsitoli melanjutkan penggeledahan di rumah orang tua tersangka Firman Harefa yang saat ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang ( DPO ) Kejari Gunungsitoli di jalan Lagundri, Perumnas Fodo, Kota Gunungsitoli.

Kurnia Zebua Sekwan Kota Gunungsitoli yang ditemui suarasumut.com usai penggeledahan membenarkan jika tim dari Kejari Gunungsitoli telah melakukan penggeledahan di Kantor Setwan DPRD Kota Gunungsitoli. Menurut dia, penggeledahan yang dilakukan berdasarkan Surat Perintah dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan.

Dia mengungkapkan, dokumen yang disita Tim Penyidik Kejari Gunungsitoli dari Kantor Setwan DPRD Kota Gunungsitoli adalah Surat Pertanggungjawaban yang terkait dengan kasus dugaan korupsi Dana Setwan DPRD Kota Gunungsitoli tahun 2012 yang melibatkan mantan Bendahara Setwan Kota Gunungsitoli Firman Harefa.

Kasi Pidsus Kejari Gunungsitoli Junius Zega, SH, MH yang ditemui di kantor Kejari Gunungsitoli mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk menindaklanjuti kasus dugaan korupsi dana setwan Kota Gunungsitoli tahun 2012 yang merugikan negara berdasarkan audit BPK kurang lebih Rp 800 juta.

Dia juga menerangkan, jika hingga saat ini keberadaan tersangka tidak diketahui dan tersangka sudah masuk DPO Kejari Gunungsitoli, serta surat DPO tersebut sudah dikirimkan ke Kejagung RI. Dia juga berharap agar warga yang mengetahui keberadaan tersangka mau melapor ke Kejari Gunungsitoli maupun Kejaksaan yang ada di seluruh Indonesia.( sp/ss/gs )

Lihat Juga

Kapolres : Anggota Polres Labuhanbatu Yang Beck-Up Judi Lapor Ke- Saya

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Polres Labuhanbatu terus gencar memburu pelaku perjudian diwilayah hukumnya. Terbukti dengan ...