Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Penipu CPNS Disidang, Terdakwa Diduga Ada Main Dengan JPU

Penipu CPNS Disidang, Terdakwa Diduga Ada Main Dengan JPU

Rantauprapat, suarasumut.com – Nurhayati Hasibuan (59) yang merupakan istri oknum mantan anggota Dewan Labusel P Nasution terpaksa duduk dikursi pesakitan, karena melakukan penipuan dengan modus bisa memasukkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dalam sidang yang berlangsung di Pegadilan Negeri (PN) Rantauprapat yang di Ketuai Anita Silitonga,SH yang beragendakan keteragan saksi.

Namun, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Susi Sihombing,SH yang belum dapat menghadirkan saksi hingga persidangan terpaksa ditunda. Padahal sejumlah pengunjug dalam sidang itu terlihat alot untuk menyaksikan persidangan penipu CPNS itu.

“Karena saksi tidak hadir, kita tunda sidangnya di tanggal 1-12-2014. Apa tidak ada saksi yang lain bu Jaksa,”kata Anita silitonga sembari menunda persidangan, Kamis (27/11).

Sementara terdakwa yang menggunakan kerudung putih saat dipersidangan itu,JPU buru-buru untuk diantarkan ke sel PN itu, terlihat seperti di istimewakan oleh oknum JPU, berbeda dengan terdakwa-terdakwa lainnya.

Diluar persidangan salah satu Korban penipu CPNS yang sempat bincang-bincang dengan wartawan media ini yang ikut serta melihat jalannya sidang itu terheran heran kalau penipu CPNS itu tidak menggunakan penasehat hukum.

“Hebat juga si Nurhati itu ya, tidak panggil penasehat hukum, segitu banyaknya orang yang ditipunya CPNS. Tapi nampaknya JPU diduga mengitimewakan beliau itu,”kata seorang korban Nurhayati yang tak ingin namanya dituliskan.

Harapannya, atas kasus yang menimpa nurhayati, hakim dan oknum JPU tidak ada kong-kalikong. Karena jika adanya dugaan ada main pada mereka karena tidak sesuai tuntutan dan putusan, jangan salahkan kami para koran jika brontak.

“Kita harap yang seadil-adilnya,jagan ada udang dibalik batu, nampak ku gelagat-gelat Si Susi itu agak mengistimewakan terdakwa. Tapi mudah-mudahan hanya dugaanku sajalah itu. Dan ini pun setiap jalannya persidangan kami para korbannya akan terus ikuti,”ujar korban.

Berita sebelumnya, Nurhayani Hasibuan (59), dibekuk polisi, Kamis (28/08) malam. Tersangka warga Jalan Belibis, Simpang Mangga Bawah, Kelurahan Bakaranbatu, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu. Ditangkap atas laporan penipuan dan penggelapan uang dengan modus sebagai calo pegawai negeri sipil (CPNS) sejak tahun 2012 hingga tahun 2013 lalu.

Tak tanggung-tanggung, tersangka yang juga pernah menjadi caleg no 1 dari partai nasdem ini, diduga telah menipu belasan korban dengan meraup uang lebih satu milyar rupiah. Salah seorang korban, Asli Hasibuan (55), warga jl.WR.Supratman, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, mengaku telah melaporkan Nurhayani Hasibuan pada 5 Agustus 2014 lalu.

Korban mengaku ditipu tersangka dengan menjanjikan dapat memasukkan anaknya menjadi PNS pada pelamaran CPNS yang dibuka tahun 2012 lalu. Tapi tidak gratis, melainkan harus membayar dengan uang sebesar Rp150 Juta. “Dia minta segitu, tapi katanya pembayarannya bisa dicicil,” kata korban kepada wartawan, Sabtu (29/08) lalu.

Percaya dengan janji tersangaka, Korban pun kemudian nekat menyerahkan uang sebesar Rp60 juta sebagai cicilan pertama biaya masuk CPNS tersebut. “Uang itu saya serahkan langsung kepada tersangka, di rumahnya pada bulan februari 2012 lalu,” ungkap Asli Hasibuan sembari menunjukkan kwintansi penyerahan uang tersebut. setelah itu, korban kembali dimintai uang oleh tersangka hingga mencapai Rp150 Juta.

Namun beberapa bulan pasca penyerahan uang itu, korban pun tersadar kalau dia telah ditipu tersangka. Pasalnya, anak perempuannya yang mengikuti ujian masuk CPNS dinyatakan tidak lulus. “Padahal janji tersangka anak saya itu jamin lulus, ternyata semua bohong, dan saya ditipu,” kesalnya.

Sadar telah ditipu, korban pun mengaku berulang kali mendatangi tersangka guna meminta uangnya kembali. Namun hingga kini, uang sebesar Rp150 juta itu tak juga dikembalikan tersangka. “Makanya dia saya polisikan, biar dia tau rasa,” tegas korban dengan nada kecewa.

Selain Asli Hasibuan, lima korban lain juga telah membuat pengaduan serupa terkait aksi penipuan yang dilakukan tersangka, mereka adalah Aisyah, warga simpang mangga Rantau Selatan, kerugian Rp144 juta. Kemudian Nurhidayati Harahap warga jl pelita Rantauprapat kerugian Rp150 juta, Nurmisbah Hasibuan warga desa janji Bilah Barat kerugian Rp65 juta, Liat Simangunsong warga jl Bulu Tangkis kerugian Rp65 juta, Armaisah Lubis warga jl ikabina Kampung Baru kerugian Rp150 juta.(ao/ss/rp)

Kata kunci terkait:
yuslina zendrato medan, kasus penipuan lulus pns di labuhan batu, Penipuan CPNS sumut, penipuan modus masukkan pns di medan

Lihat Juga

Brakk!!! Mega Pro vs Vario, Satu Tewas, Satunya Lagi Kritis

TAPTENG | suarasumut.com  –  Lakalantas antara Mega Pro Bk 5800 ZAD vs Vario BB 5440 ...