Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Pengerjaan Proyek Tanggul BWSS II Di Labura Disinyalir Asal Jadi

Pengerjaan Proyek Tanggul BWSS II Di Labura Disinyalir Asal Jadi

Kualuhliedong | suarasumut.com  –  Proyek Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS) di Desa Simandulang Kecamatan Kualuhleidong Kabupaten Labuhanbatu Utara disinyalir dikerjakan tidak sesuai bestek.

Pasalnya menurut masyarakat sekitar, proyek yang harus dikerjakan oleh rekanan yang berjudul Pemeliharaan Sungai Leidong Labura melalui Sumber Dana APBN yang dikerjakan CV Bodi tersebut, seharusnya mengerjakan pembuatan tanggul dengan badan jalan 6 M dan tinggi bekoan tanahnya 40 cm, tetapi ternyata pengerjaan di lapangan proyek BWSS II dikerjakan 3 M untuk badan jalan tinggi timbunan 30 cm. Hal ini diungkapkan Mail warga sekitar Desa Simandulang kepada wartawan suarasumut.com kemarin Jumat (14/4).

Ia menyebutka , tanggul proyek pengerjaan BWSS II yang dikerjakan CV Bodi terebut lebar badan jalannya ada 3 M, 4 M dan 5M, jarang dapat 6 M badan jalannya yang mereka buat. “Tetapi seharusnnya lebar yang disuruh oleh pengawasnya harus 6 Meter, akan tetapi dikerjakan oleh pelaksana proyek tidak ada seperti yang disuruh oleh pengawas, lain lagi degan tinggi tanggul proyek BWSS II yang dikerjaakn pelaksana, seharusnya 40 cm, ini tidak hanya 30, cm yang mereka kerjakan, berarti sudah jelas proyek tersebut tidak sesuai bestek,”ungkap Mail.

Sambung Mail, selain pengerjaanya tidak sesuai bestek, dia juga kecewa dengan pelaksanan proyek tanggul BWSS II ini, pekerja proyek dengan menggunakan execalator (beko) mengerjakan tanggul proyek pada malam hari seakan seperti mencuri pengerjaan supaya cepat selesai, makanya proyek tanggul dari BWSS II ini dikerjakan asal jadi.

Hal senada juga dibenarkan Kades Simandulang Sangkot, kepada  suarasumut.com, di kantor Camat Kualuhleidong, Kades mengungkapkan, kesalahan pelaksanaan pemenang proyek BWSS II Tanggul Sungai Air Asin di desanya, kalau lebar badan jalan yang dahulunya lebar, kini akibat ditimbun dan dibuat tanggul lebar jalan menjadi kecil dan tidak lebar lagi, apa tidak, seharunya di kerjakan 6 M, tetapi pengerjaan oleh pelaksana 4 M dan ada lagi 3 M juga 5M. “Jarang yang kita temukan 6 M badan jalannya, itu makanya menjadi kecil badan jalan yang sekalian di jadikan tanggul tersebut,”jelas Kades.

“Pengerjaannya terkesan asal asalan, karena tanggul proyek BWSS II yang dikerjakan pelaksana tidak rapi dan acak acakan, sebab mereka selalu kerja malam hari, makannya tidak terlihat rapinnya, sebab itulah panjang pengerjaan 5 KM dikerjakan selesainya tidak sampai sebulan sudah selesai,”ucap Sangkot terlihat kecewa.

Sementara Yudi Pengawas dari BWSS II (Balai Wilayah Sungai Sumatera) dikonfirmasi melalui Selulernya, Yudi menyebutkan, pengerjaannya tidak ada yang salah, semuanya selesai dengan tidak ada masalah dan sesuai bestek. Disinggung mengenai lebarnya, ia juga berdalih tidak membayar pengerjaan itu dengan melihat lebarnya tetapi dengan kubikasinya, berapa tanah yang diangkat dan ditimbunkan itu yang dihitung dan bisa dibayar oleh Pemerintah. “Saya sudah kelapangan dan akan kembali lagi untuk memastikannya,”jawab Yudi sambil mematikan telepon Selulernya.

Amatan  suarasumut.com dilapangan, pengerjaan Proyek BWSS II tidak lagi terlihat sedang melakukan pengerjaan Proyek Tanggul Air Asin di Desa Simandulang, dan menurut warga sekitar alat beratnya sudah dibawa keluara dan pengerjaannya sudah selesai.

“Beginilah kerjaannya asal asalan seperti acak acakan akibat buruburu kerjannya,”ungkap warga sekitar kepada suarasumut.com.(hs/ss-lu)

Kata kunci terkait:
bwss ii, bwss 2

Lihat Juga

Bupati : Pelantikan Dilaksanakan Untuk Memenuhi PP Nomor 18 Tahun 2016

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrasi dan Fungsional dilaksanakan untuk ...