Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Pendidikan Berduka, Dump Truck Terbalik 17 Anak Sekolah Di Sirandorung Tapteng Meninggal

Pendidikan Berduka, Dump Truck Terbalik 17 Anak Sekolah Di Sirandorung Tapteng Meninggal

Tapteng, suarasumut.com – Mobil Damtruck yang mengangkut sejumlah anak sekolah yang merupakan anak para karyawan PT. SGSR anak perusahaan Mujur Timber yang berbasis di Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah terbalik ke parit setelah ban depan dari mobil tersebut lepas dari As nya.

Sebanyak 17 orang anak sekolah menjadi korban meninggal di lokasi kejajadian tepatnya Afdeling I Desa Mas Nauli Kecamatan Sirandorung atau berada di lokasi Kebun Kelapa Sawit milik PT. SGSR pada pukul 06.20 wib, Kamis (28/5).

Sejumlah saksi mata menyebutkan, kejadian itu berawal saat dua mobil dum truck membawa penumpang sebanyak 52 orang pelajar SD, SMP SMA mobil dum truck yang biasanya mengangkut buah itu berangkat membawa sejumlah anak sekolah yang merupakan anak dari para karyawan kebun PT Sinar Gunung Sawit Raya, menuju sekolah di Desa Paranginan Kecamatan Manduamas Tapteng kedua mobil tersebut saling mendahului.

“Tiba –tiba dum truk BK 8912 EA setelah mendahului mobil yang di depannya sekira 7 meter kemudian ban bagian depan terlepas dari As nya, mengakibatkan mobil oleng dan tidak dapat di kendalikan oleh supir Rahamadani, dan mobil terbalik kearah parit kebun menimpa 40 an anak sekolah yang di bawa terjatuh dan sebagian tertimpa mobil dum truck tertanam di lumpur parit kebun,” kata A Pasaribu salah seorang saksi mata.

Pertolongan belum ada satu jam pasca peristiwa, sebab lokasi kejadian terbilang sepi dari pemukiman penduduk. Beberapa jam kemudian dilakukan evakuasi korban dengan menurunkan satu unit alat berat guna mengangkat dum truck yang menimpa sejumlah tubuh para korban yang sudah terbenam di dalam parit. Sejumlah korban yang diperkirakan masih hidup langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat petolongan.

Kapolsek Manduamas AKP Endah Tarigan menjelaskan, kejadian naas yang menimpa sejumlah anak sekolah yang hendak berangkat ke sekolah menuju Desa Paranginan Kecamtan Manduamas terbalik setelah ban depan mobil dum truk terlepas akibatnya mobil bermutan pelajar SLTA dan SMP terbalik di parit kebun PT SGSR mengkibatkan korban meninggal sebanyak 17 orang dan sedangkan korban selamat 6 orang satu luka berat patah kaki semua korban selamat sudah di pulangkan dan yang luka sedang di bawah ke Pangaribuan.

Sejumlah korban meninggal yang di bawa saat ini berada di ke Puskesmas Manduamas antara lain 1. Gabriel Laia (12) Warga 2. Viliana Laia (16) 3. Rosalinda Manik (16) 4. Risda Wati Hutagalung(16) 5. Boi Tinambunan(16).6. Indah Sari Tinambunan (16) .7. Upiana Laia(15) 8. Bona Munteh (14) 9. Ariantinus Manalu(16) 10. Arfianus Mendofa (14) 11.Agusman Delau (15)12. Ranto Manalu(16) 13. Paulinus Tumanggor (15) 14. Jonas Rivaldo Hulu(13) 15. Erwinto Nainggolan (17) 16.Purnama Sari Seregar (17) 17.Victor Telambenua (15)

Sedangkan enam (6) korban selamat dalam kondisi luka-luka adalah 1.Ricard tamba (15) mengalami patah kaki di larikan ke Pangaribuan, dan lainnya hanya mengalami luka lecet dan sudah di pulangkan kerumah masing –masing 2.Melani Halawa (13) Luka Ringan 3. Marina Ginting (11) 4.Rika Silalahi(16) 5.Delima (18) 6.Rika Arianti Tunanggor (15)

Sementara menurut Ricard Tamba korban (15) korban selamat yang didamping oleh ibunya R Boru Regar di puskesmas Mandumas mengatkaan kronologis kejadian, saat itu dua mobil mengangkut sejumlah anak sekolah saat mobil yang ia tumpangi menyalip mobil lainnya tiba tiba mobil yang mereka tumpangi seperti di rem mendadak sejumlah penumpang terdorong kedepan dan ada yang terjatuh dari mobil.

“Kemudian mobil terbalik dan kami sudah berada di parit basa dan berlumpur ada beberapa kawan minta tolong banyak suara minta tolong di bawah mobil,  ada sekitar satu jam kami berada di bawah mobil baru terangkat bapak saya datang menolong saya,” ujar Ricard.

Ditambahkannya mobil yang kami tumpangi menyalip dan ban depan lepas mengakibatkan oleng dan terbalik, atas kejaidan ini kami berharap pihak perusahaan agar mengganti mobil angkutan sekolah jangan lagi memakai mobil yang tidak layak pakai, juga kami berharap kepada pemerintah agar memperhatikan nasib para korban dan memikirkan pendirian sekolah baru dikawasan Sirandorung tanpa harus ke Kecamatan Manduamas.

Senada dengan itu R boru Siregar Orang tua Ricard yang terus terus memeluk anaknya mengatakan bahwa saat kejadian itu ia ketahui dari tetangga yang meneleponnya, mobil terbalik di parit kebun baru. “Setelah saya tahu itu mobil angkutan sekolah jantung saya tidak tenang saya terus berdoa oh tuhan tolong selamatkan mereka pinta ku dan suami menyusul kesana, karena beberapa orang mengatakan korban tertutup bak mobil di parit dan tidak bisa keluar. Dan setelah saya mengetahui anakku dilraikan ke puskesmas saya menuyusul ke maduamas dan saya menlihatanakku sehat hanya kaki kirinya patah,” terang R br Siregar.

Sementara itu Bupati Tapteng diwakili Sekda Drs.Hendri Susanto Lumbantobing dan rombongan SKPD langsung menuju salah satu rumah duka korban kecelakaan di Afdeling II Kelurahan Manduamas milik PT.Sinar Gunung Sawit Raya dan memberikan kata penghiburan sekaligus.

Sebelumnya, Kapolres Tapteng AKBP Boni J.S Sirait dan Dandim Letkol Inf Indra Kurnia juga melayat korban pelajar yang meninggal dunia.

Kadis Pendidikan Delta Pasaribu di lokasi rumah Duka Indah Sari Tinambunan Siswi kelas 2 SMP Negeri 1 Manduamas yang ikut menjadi korban mengatakan prihatin melihat kejadian itu .”Pemkab dalam waktu dekat akan memikirkan pendirian sekolah yang berdekatan dengan lokasi pemukiman perusahaan sawit tersebut. Hari ini institusi pendidikan Tapteng sangat berduka atas peristiwa ini,” ucapnya.

Melani Halawa salah satu korban yang selamat menjelaskan pada pagi hari sekitar pukul 06.30, bersama sejumlah teman berangkat ke sekolah yang berada di Manduamas dengan menaiki truk milik perusahaan sawit disana. ”Setiap hari kami naik truk itu, entah kenapa kami harus mengalami musibah ini, dan teman teman saya meningalkan kami,”ucapnya dengan berurai air mata.(ph/ss/tt)

Kata kunci terkait:
manduamas berduka, manduamas, kecelakaan mobil anak sekolah di samosir, kejadian mobil pt saat angkut anak sekolah, Kejadian mobil ngangkat anak sekolah di tapsel, kejadian disibolga tanggal 17-2-2017, kejadian di mandu amas, Kecelakaan minibus disibolga, kecelakaan di Nauli sawit, dumtruk samosir

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...