Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Penangkapan 2 Kurir Sabu Oleh Intel Korem/Kodim Diduga Atas Ocehan Sang Pengedar

Penangkapan 2 Kurir Sabu Oleh Intel Korem/Kodim Diduga Atas Ocehan Sang Pengedar

Rantauprapat, suarasumut.com – Penangkapan 2 kurir sabu yang dilakukan Pihak Sat Intel Korem 022/PT bersama Unit Intel Kodim 0209/LB ternyata diakui atas adanya bocoran informasi dari mantan pengedar sabu di Rantauprapat.

Dan Unit Intel Kodim 0209/LB Lettu Inf Agus Daulay yang dikonfirmasi, Minggu (09/11), tidak menyangkal hal itu. “Ya, memang info awal dari situ, dan selanjutnya anggota melakukan pengembangan,” ucapnya.

Namun ketika ditanya bocoran seperti apa yang diberikan mantan pengedar sabu tersebut, Agus tak dapat membeberkan karena pengembangan dan penangkapan semua dilakukan anggotanya di lapangan. “saya kurang tahu persis bocoran itu seperti apa, anggota yang dilapangan,”ungkapnya.

Sementara itu, sumber di lingkungan Unit Intel Kodim 0209/LB menyebutkan, penangkapan 2 kurir sabu tersebut berawal dari adanya laporan seorang mantan pengedar sabu berinisial IK (28), warga Rantauprapat yang memberikan informasi kepada pihak Unit Intel Kodim pada Rabu (05/11) lalu. Dalam laporannya, mantan pengedar sabu itu mengaku kesal dan sakit hati kepada salah seorang oknum perwira menengah di Satnarkoba Polres Labuhanbatu.

Dia menjelaskan, bahwa dirinya sudah 5 tahun menjadi bandar narkoba jenis sabu-sabu di Kota Rantauprapat. Dia juga menjelaskan bahwa dirinya merasa sakit hati karena pada tgl 1 november 2014, pihak Satnarkoba Polres Labuhanbatu telah menangkap abangnya FR (31), yang juga berfropesi sebagai bandar sabu. Sakit hati itu bukan tak beralasan, sebab abangnya FR telah memberikan setoran sebesar Rp10 juta perbulan kepada oknum perwira menengah di Satnarkoba Polres Labuhanbatu.

IK juga menjelaskan bahwa dirinya pada tahun 2013 sekira bulan April pernah membuat komitmen dengan oknum perwira menengah di Satnarkoba tersebut. Saat itu, IK dan rekannya sesama pengedar sabu berinisial EM (30), warga Rantauprapat, membuat pertemuan dengan oknum perwira tersebut persisnya di Jalan Baru (Ring road) Medan. Adapun hasil pertemuan tersebut memperoleh kesepakatan bahwa saudara EM dan IK dibebaskajn menjual sabu-sabu (tidak ditangkap) dengan syarat wajib memberi atensi (setoran) sebesar Rp35 juta setiap bulan. Tak hanya itu, oknum perwira tersebut juga meminta difasilitasi hotel Tiara Medan setiap kali ia berkunjung ke kota Medan.

IK juga menjelaskan, pada tahun 3013 lalu, dirinya dan EM juga pernah memberikan uang sebesar Rp38 Juta kepada oknum perwira menengah tersebut. Uang itu katanya diminta untuk biaya kenaikan pangkat oknum perwira menengah itu, yakni dari pangkat Iptu menjadi AKP.

Meski telah memberi setoran dan puluhan juta uang, IK mengaku tetap ditangkap satnarkoba Polres Labuhanbatu pada November 2013 lalu. Namun saat itu, IK mengaku dimintai uang oleh oknum perwira menengah itu sebesar Rp20 juta sebagai biaya cuci pasal atau perubahan pasal pengedar menjadi pasal pemakai atau (127). Ketika itu, IK pun memenuhi permintaan oknum perwira menengah itu hingga dirinya dihukum hanya beberapa bulan penjara.

IKi juga menjelaskan, ketika dirinya telah keluar dari penjara, dirinya pun kembali menjalankan bisnis narkoba dan tetap berkordinasi dengan oknum perwira menegah di Satnarkoba Polres Labuhanbatu tersebut. Ketika itu, IK pun diperbolehkan menjalankan bisnis haramnya namun dengan catatan narkoba jenis sabu-sabu yang dijualnya harus diperoleh dari anggotanya (ajudan beliau) berinisial Brigadir H.

Menurut IK, narkoba jenis sabu-sabu tersebut diketahui milik oknum perwira menegah itu, yang hingga kini diedarkan Brigadir H ke sejumlah pengedar di Labuhanbatu.

IK juga menjelaskan, setiap melakukan transaksi penyebaran dan penyerahan narkoba jenis sabu-sabu tersebut selalu dilakukan di kawasan jalan Juang kelurahan ujung bandar, Kecamatan Rantau selatan, Labuhanbatu, persisnya di belakang Lembaga Permasyarakatan Rantauprapat. Dari informasi inilah, diduga anggota Unit Intel Kodim 0209/LB melakukan pengintaian hingga berhasil menagkap dua kurir sabu yang kedapatan membawa sabu-sabu dengan mengendarai mobil Mitsubitshi Mirage yang mirip dengan mobil yang sering dipakai Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Zulkarnain.(ao/ss/rp)

Kata kunci terkait:
penangkapan sabu terbaru, korem sibolga, penangkapan sabu di rantau prapat, penangkapan sabu terbaru sibolga, penangkapan bandar narkoba 7 januari polres sumut rantau prapat 2017, penangkapan narkoba d rantau prapat, penangkapan di kota rantauprapat, penangkapan bandar sabu di padang, penangkapan sabu sabu labuhan batu yg tertangkap di tebing, bandar sabu yang di tangkap ka polres rantao prapat

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...