Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Pemko Gunungsitoli Mulai Bayar Utang Kepada PT. SMI Tahun Ini

Pemko Gunungsitoli Mulai Bayar Utang Kepada PT. SMI Tahun Ini

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Pemerintah Kota Gunungsitoli mulai tahun ini membayar cicilan utang kepada PT. Sarana Mulyi Inftastruktur (SMI).

Utang kepada PT SMI adalah sebesar Rp 150 milliar untuk pembangunan pasar modren di Kota Gunungsitoli.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa melalui pesan singkat, Rabu (30/5).

“Tahun ini Pemko Gunungsitoli hanya membayar bunga cicilan sebesar Rp 2 milliar kepada PT. SMI,”ucap Herman Jaya Harefa.

Namun, tahun selanjutnya Pemko Gunungsitoli membayar Rp 7,5 milliar, tahun 2020 Rp 34 milliar, tahun 2021 Rp 33 milliar, tahun 2022 Rp 32 milliar dan Rp 28 milliar.

Anggaran Rp 1 Milliar Setiap Desa

Disinggung mengenai rencana Pemko Gunungsitoli memberikan anggaran sebesar Rp 1 milliar setiap desa mulai tahun 2020, Herman mengatakan itu sah sah saja.

Dia bahkan mengapresiasi rencana tersebut, tetapi mengingatkan Pemko Gunungsitoli masih memiliki beban utang yang dibayarkan kepada PT SMI setiap tahun.

“di Kota Gunungsitoli ada 98 desa, jika setiap desa diberi Rp 1 milliar, dana APBD harus disisihkan Rp 98 miliar setiap tahun,” bebernya.

Menurut Herman, saat ini 60 persen APBD Kota Gunungsitoli digunakan untuk belanja pegawai.

Sisa yang 40 persen dibagi kepada seluruh SKPD guna biaya operasional pemerintah dan untuk pembangunan infrastruktur.

Jika diberikan Rp 98 milliar kepada seluruh desa, Pemko Gunungsitoli harus mengurangi atau bahkan menghilangkan biaya operasional seluruh SKPD.

“Kita harap Pemko Gunungsitoli bisa memikirkan sumber dana lainnya tanpa membebani lagi APBD, yang harus bayar utang setiap tahun kepada PT SMI,” harapnya.

Sebelumnya, pada pelaksanaan gotong royong di Desa Sifalaete Ulu, Kota Gunungsitoli, Wali Kota Gunungsitoli berjanji mulai tahun 2020 Pemko Gunungsitoli akan memberikan dana Rp 1 milliar kepada setiap desa.

Dana tersebut diambil dari dana apbd diluar dari dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat setiap tahunnya.

Untuk diketahui, tahun ini apbd Kota Gunungsitoli kurang lebih Rp 600 milliar. Sisa dari 60 persen untuk belanja pegawai kurang lebih Rp 214 milliar.

Dana sebesar Rp 214 milliar dibagi kepada 34 skpd untuk biaya operasional dan pembangunan infrastruktur di Kota Gunungsitoli. (ih/ss-gs)

Lihat Juga

MUI Dan Polisi Berperan Sebagai Pemersatu Bangsa

Padangsidimpuan | suarasumut.com – Peran serta ulama dan instansi kepolisian menjadi modal utama untuk menyatukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.