Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Pemkab Nias Bantu Lanjut Usia Terlantar

Pemkab Nias Bantu Lanjut Usia Terlantar

Nias | suarasumut.com  —  Pemerintah Kabupaten Nias memberikan bantuan kepada 100 orang Lanjut Usia terlantar yang ada di Kabupaten Nias. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM di aula kantor Dinas Sosial Kabupaten Nias, Desa Hiliweto, Kecamatan Gido, Jum’at (19/1).

Ketika menyerahkan bantuan, Bupati Nias memberitahu jika pemberian bantuan merupakan amanat undang undang nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan Lansia, dan peraturan pemerintah nomor 43 tahun 2004 tentang pelaksanaan upaya peningkatan kesejahteraan sosial Lansia.

Dia juga memberitahu, Lansia di Kabupaten Nias setiap tahun bertambah, dan penambahan tersebut telah terjadi dalam kurun waktu empat tahun terakhir, yakni mulai pada tahun 2014 sampai pada tahun 2017.

Bertambahnya jumlah Lansia setiap tahunnya di kabupaten Nias mencapai angka sebelas persen, dimana pada tahun 2016 jumlah Lansia 1.364 orang, dan bertambah pada tahun 2017 menjadi 1.513 orang.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor semakin meningkatnya kualitas dan standart pelayanan kesehatan di Kabupaten Nias yang berdampak pada tingginya usia harapan hidup.

Pemerintah Kabupaten Nias sejak tahun 2014 sampai 2016 telah memberikan bantuan kepada 160 orang Lansia terlantar. Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 300 ribu perbulan atau Rp 3,6 juta pertahun dimasukkan pada rekening masing masing penerima manfaat.

Tahun 2017, penerima bantuan sebanyak 100 orang, dan diharapkan bantuan yang berasal dari dana APBD Kabupaten Nias tersebut dapat disyukuri dan digunakan sebaik baiknya oleh para Lansia walau nilainya masih terbatas.

Dari laporan ketua panitia Plt.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nias Tonafati Zebua, ST, diketahui jika Lansia terlantar yang menerima bantuan harus berusia 60 tahun ke atas, mengalami keterlantaran dan tidak ada yang mengurus.

Termasuk kategori miskin, tidak memiliki kemampuan baik fisik maupun ekonomi, tidak mendapatkan pensiun, tidak memiliki aset dan tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak.(al/ss-ni)

Lihat Juga

Pejabat Tinggi Pratama Pemkab Karo Laksanakan Diklat Revolusi Mental

Karo | suarasumut.com  –  Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *