Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Pemkab Jangan Tutup Mata, Diduga Bangunan Pagar PT Blue Sumatra Fram Serobot Tanah Negara
Exif_JPEG_420

Pemkab Jangan Tutup Mata, Diduga Bangunan Pagar PT Blue Sumatra Fram Serobot Tanah Negara

Sergai | suarasumut.com  –  Nampaknya aksi perambahan dan penyerobotan tanah Negara di pesisir pantai timur Serdangbedagai (Sergai) terus berlangsung, namun hingga kini belum ada tanda-tanda dari intansi terkait untuk melakukan pengusutan sehingga terkesan Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai  tutup mata.

Seperti halnya di Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu dan di Dusun III Desa Bagan Kuala KecamatanTanjung Beringin Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Kegiatan itu akan berpengaruh pada fasilitas perairan tentang pasang surutnya air laut. Pasalnya Daerah Aliran Sungai (DAS) yang merupakan batas wilayah Desa saat ini telah dipasangi pagar setinggi ± 2 meter oleh pihak PT.Blue Sumatra Fram yang sebelumnya dikenal dengan sebutan PT Bahari Laut Lestari (BLL).

Diketahui bahwa dari instansi terkait Pemerintah Sergai sebelumnya telah turun kelokasi untuk melakukan pengukuran guna pemasangan pagar, namun sangat disayangkan instansi terkait diduga tidak ada melakukan pantauan maupun peninjauan pada lahan tersebut. Terlihat Daerah Aliran Sungai (DAS) yang telah dipasangi pagar diduga menyerobot lahan negara sekitar 8 meter dari bibir aliran sungai, sehingga DAS tersebut terlihat bagai kolam milik PT.BLL.

Pantauan Media dilapangan persis didekat pagar tersebut, bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dibangun dari Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sergai tahun 2012, saat ini kondisinya terancam punah akibat tertimbun tanah dari bangunan pagar dan juga tertutup oleh rumput liar, sehingga tidak diketahui pasti siapa yang bertanggung jawab. Namun hingga kini belum ada tanda- tanda dari Pemerintah mengadakan klarifikasi, untuk melakukan tindakan yang nyata sehingga menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat luas.

Sebelumnya Kepala KUPT Sergai Radianto Panjis SE dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa surat izin mendirikan pagar tersebut sudah ada, namun tidak diberitahu lokasinya didaerah mana, dan telah melakukan pengukuran sesuai dengan SK yang ada.

Sementara ketika dikonfirmasi kepada Kades Bagan Kuala Safril Gunawan diruang kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan, tidak ada berkoordinasi untuk bangunan itu dan tidak ada memberi izin atas bangunan tersebut.

Safril juga menambahkan, mengenai penggantian nama perusahaan dan kepemilikan juga baru mengetahuinya.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Sergai Ardianto sangat menyayangkan kinerja Aparatur Pemerintah dan instansi terkait yang diduga lalai untuk melakukan monitoring di seluruh pesisir pantai yang ada di Serdangbedagai.

Ardianto mengharapkan pada Pemerintah dan instansi terkait, khususnya Sat Pol PP Sergai untuk segera melakukan klarifikasi dan evaluasi serta mengambil langkah dan tindakan nyata atas bagunan dan perizinannya yang diduga tidak diyakini kewajarannya.(az/ss-sb)

Lihat Juga

452 Pramuka Ikuti Perkemahan Internasional 2017 Di Malaysia

JAKARTA | suarasumut.com  –  Sebanyak 452 anggota Gerakan Pramuka akan mengikuti Perkemahan Internasional di Selangor, ...