Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Pemerintah Sita Seluruh Aset Pembunuh Petugas Pajak

Pemerintah Sita Seluruh Aset Pembunuh Petugas Pajak

Gunungsitoli | suarasumut.com — Pemerintah melalui petugas Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sibolga melakukan penyitaan terhadap seluruh aset toke getah Agusman Lahagu alias Ama Tety (45). Agusman Lahagu alias Ama Tety adalah tersangka pelaku pembunuhan terhadap dua petugas pajak Toga Parada Siahaan dan Sozanolo Lase.

Penyitaan terhadap seluruh aset milik Agusman Lahagua alias Ama Tety ditandai dengan pemasangan plank pengumuman tanda sita dari Dinas Pajak di rumah dan gudang getah milik Agusman Lahagu alias Ama Tety yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Desa Moawo, Kota Gunungsitoli, Selasa (26/4).

Pemasangan plank tanda sita oleh sejumlah petugas pajak tidak mendapat perlawanan dari keluarga Agusman Lahagu alias Ama tety, sehingga pemasangan papan plank dibawah pengawasan personil Polres Nias, Brimob Sidempuan dan personil TNI dari Kodim 0213/Nias berjalan dengan aman dan lancar.

Sejumlah petugas pajak yang ditemui wartawan tidak mau memberi komentar dan terlihat tertutup kepada media terkait pelaksanaan sita. Namun dari informasi yang berhasil dihimpun, penyitaan terhadap aset Agusman Lahagu alias Ama Tety merupakan tindak lanjut penagihan tunggakan pajak penghasilan Agusman Lahagu alias Ama Tety sebesar Rp 14,7 milliar.

Jika Agusman Lahagu alias Ama Tety tidak dapat melunasi tunggakan pajak sebesar Rp 14,7 milliar, maka dalam waktu dekat seluruh aset milik Agusman Lahagu alias Ama Tety akan dilelang.

Kuasa hukum Agusman Lahagu alias Ama Tety, Ramses Sitorus yang ditemui wartawan pada pelaksanaan sita mengaku kecewa atas apa yang dilakukan kepada kliennya. Menurut dia, kliennya akan mengajukan gugatan atas penyitaan yang dilakukan para petugas pajak, dan saat ini sedang proses.

Besarnya tunggakan pajak Agusman Lahagu alias Ama Tety yang mencapai Rp 14,7 milliar menurut Ramses tidak masuk akal. Akibat pajak yang tidak masuk akal tersebut, dia berasumsi jika saat ini pengusaha yang ada di Pulau Nias merasa sangat resah.

Tunggakan pajak yang dikenakan kepada Agusman Lahagu adalah tunggakan pajak penghasilan. Tetapi sebelumnya menurut Ramses, Agusman Lahagu koperatif terkait tunggakan pajak yang dikenakan kepada dia.

Bahkan Agusman Lahagu pernah mendatangi KPP Pratama Sibolga untuk mendapat penjelasan, tetapi tidak ada hasil. Agusman Lahagu alias Ama Tety juga pernah ingin mengajukan keberatan dengan mendatangi KPP Pratama Sibolga, tetapi dia hanya diberi blanko kosong dan tidak tahu cara mengisi blanko keberatan tersebut.

“Bagaimana pak Agusman dapat mengisi blanko keberatan tanpa dipandu, dia hanya sekolah hingga kelas 3 SD. Dia juga tidak didampingi kuasa hukum atau konsultan pajak saat itu,”ungkap Ramses Sitorus.

Di tempat yang sama, Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, MH menerangkan, pelaksanaan penyitaan terhadap seluruh aset milik Agusman Lahagu alias Ama Tety telah dikoordinasikan sebelumnya oleh Bareskrim Polri melalui Kompol Eko yang datang bersama sejumlah pegawai pajak.

Kedatangan mereka adalah untuk menindaklanjuti kewajiban wajib pajak beberapa hari yang lalu, sehingga Polres Nias menerjunkan 60 personil Dalmas, Lantas, Sat reskrim dan Sat Intel membantu pengamanan.

Dalam pelaksanaan pengamanan, Polres Nias juga dibantu 1 pleton lengkap Brimob yang didatangkan dari Detasemen Brimob Sidempuan, dan 1 pleton lengkap personil TNI dari Kodim 0213/Nias.(sw/ss-gs)

Kata kunci terkait:
hukuman agusman lahagua, Aiptu bawamenewi, gudang gunung leuser jalan yos sudarso medan, pajak nias, pembunuhan di moawo nias 22 juli 2017

Lihat Juga

Perppu Ormas Harus Dilihat Dari Prinsip Bernegara

Jakarta | suarasumut.com  –  Fraksi Partai NasDem menyatakan setuju Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang. “RUU ...