Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Pemeras Sopir Truck Berisi Naskah UN Divonis Hanya 3 Bulan 15 Hari

Pemeras Sopir Truck Berisi Naskah UN Divonis Hanya 3 Bulan 15 Hari

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Tiga terdakwa yang dinyatakan terbukti melakukan pemerasan terhadap sopir truck pengangkut naskah Ujian Nasional (UN) dengan cara membuat logo PSDS pada truck yang melintasi Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) hanya divonis 5 bulan 4 hari oleh majelis hakim Jhonson Sirait SH, M Jazuri SH dan Mince Ginting SH, Senin (31/8), di Pengadilan Negeri Rantauprapat.

Vonis majelis hakim yang diketuai Jhonson Sirait itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Susi Sihombing SH yang menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Kurnan Matondang alias Kurnan selama 2 tahun 6 bulan, kepada terdakwa Makmur 2 tahun dan terhadap terdakwa Nursiyah 1 tahun.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Makmur dan Kurnan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemerasan, melanggar pasal 368 ayat 2 KUHP. Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa-terdakwa selama 5 bulan 4 hari,” putus Jhonson Sirait saat menjatuhakn vonis, Senin (31/8), di PN Rantauprapat.

Majelis hakim itu menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada Nursiyah selama 3 bulan 15 hari.Ketiga terdakwa diperintahkan pula untuk dibebaskan oleh Jaksa penuntut umum dari rumah tahanan negara, Lapas Rantauprapat.

Dari putusan yang diberikan majelis hakim,terdakwa Makmur dan kurnan menerima atas putusan yang diberikan majelis.Sedangkan Nursiyah menyatakan banding.

Sebelumnya,Ketiga terdakwa itu melakukan pemerasan terhadap sopir truk pembawa naskah UN itu pada hari Minggu 29 Maret 2015 sekira pukul 20:45 WIB di Dusun Simanggamangga Desa Terang bulan Kecamatan Aek natas Kabupaten Labuhanbatu Utara. Saat itu 3 truk dikemudikan saksi korban Herman Edison alias Son, saksi korban Mariono dan saksi korban Hendrik mengagkut naskah UN melintas secara beriringan.Terdakwa Makmur (40) warga Desa Terangbulan Kecamatan Aeknatas, Kurnan Matondang alias Kurnan warga Kualuh Selatan dan Nursiyah warga Terangbulan Kabupaten Labuhanbatu Utara, ditahan sejak 31 Maret 2015.

Bahkan sebelumnya, Kurnan Matondang alias Kurnan dan Nursiyah dialihkan tahanannya menjadi tahanan kota pada 2 Juli 2015.Barang bukti 1 buah tas sandang warna hitam, 2 kaleng cat warna hitam dan putih, 1 papan bertuliskan PSDS, 3 lembar kwitansi bertuliskan angka 50.000, dirampas untuk dimusnahkan, dan uang tunai Rp150.000 dikembalikan kepada saksi korban Herman Edison alias Son, saksi korban Mariono dan saksi korban Hendrik.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendegar putusan majelis menyebutkan pikir-pikir atas putusan terdakwa.”Pikir-pikir majelis,”sebut JPU.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...