Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Pembunuhan Didepan PT Rubber Hocklie Labuhanbatu Dituntut 20 Tahun Penjara

Pembunuhan Didepan PT Rubber Hocklie Labuhanbatu Dituntut 20 Tahun Penjara

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Sidang pembacaan tuntutan kasus pembunuhan Andri Marusaha Manullang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Kamis (27-7-2017). Dihadapan Hakim Ketua Teuku Almadyan dan Hakim anggota Rinaldi dan Deni Albar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lisa Susanti membacakan tuntutan terhadap terdakwa Sabar Aruan.

“Menuntut agar Majelis Hakim menghukum terdakwa selama 20 tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 340 KUHPidana,”ucap Lisa.

Usai tuntutan terdakwa dibacakan, sidang ditunda satu minggu dengan agenda pembelaan dari terdakwa.

Untuk diketahui, didalam dakwaan jaksa peristiwa berdasarkan itu bermula pada hari Rabu tanggal 08 Februari 2017 sekira pukul 18.00 wib, terdakwa bersama dengan saksi Tiopan Sianturi, saksi Mustar Sahat Siburian dan saksi Perdinan Simanjuntak sedang minum tuak di pakter tuak milik saksi Perdinan Simanjuntak.

Sekitar pukul 20.00 wib, terdakwa dan teman-teman terdakwa hendak bernyanyi dengan menggunakan gitar yang ada di pakter tuak milik saksi Ferdidnan Simanjuntak, namun tali gitarnya putus, kemudian saksi Mustar Sahat Siburian meminjam sepeda motor milik saksi Tiopan Sianturi untuk membeli tali gitar.

Selanjutnya saksi Mustar Sahat Siburian bersama dengan terdakwa pergi membeli tali gitar kearah Sigambal, namun pada saat melintas didepan pabrik Hokli terdakwa menyuruh saksi Mustar Sahat Siburian berhenti karena terdakwa mau menemui korban Andri Manullang didepan Hokli, kemudian setelah terdakwa bertemu dengan korban Andri Manulang, terdakwa mengatakan kepada korban Andri Manullang kek mananya Ling jaga parkir ini, gantianlah kita dulu kemudian Korban Andri Manulang menjawab ya, aku disuruh Ketua (Ali Sadikin Nababan).

Kemudian terdakwa dan saksi Mustar Sahat Siburian pergi membeli tali gitar di Sigambal. Sepulangnya membeli tali gitar, terdakwa kembali mengajak saksi Mustar Sahat Siburian untuk menjumpai Ketua (saksi Ali Sadikin Nababan) di pakter tuak milik Doan, tempat saksi Ali Sadikin Nababan minum. Sesampainya disana terdakwa langsung menemui saksi Ali Sadikin Nababan dan bertanya kayak mana Ketua, tak mau si Bulling gantian, katanya Ketua yang suruh dia, selanjutnya saksi Ali Sadikin menjawab memang aku yang suruh dia itu, kalau tidak nanti kita jumpai dia, selanjutnya terdakwa bersama dengan saksi Mustar Sahat Siburian kembali ke pakter tuak milik Ferdinan Simanjuntak dan kembali minum-minum sambil bercerita.

Tidak lama kemudian datang saksi Ali Sadikin Nababan menemui terdakwa dan mengajak terdakwa menemui korban Andri Manulang. Kemudian pada pukul 22.00 wib, terdakwa dan saksi Ali Sadikin sampai didepan pabrik Hokli, selanjutnya terdakwa menemui korban Andri Manulang, sedangkan saksi Ali Sadikin bertemu dengan anggota SPSI lainnya yang sedang membagi-bagi uang hasil bongkar muat, kemudian setelah terdakwa bertemu dengan korban Andri Manullang, terdakwa mengatakan ini kubawa si Letua Ling, kayak mananya kita ini, mau gantian atau tidak kau.

Selanjutnya korban Andri Manullang menjawab masalah kayak gini saja kau bawa-bawa Ketua, suara kau pun kuat kali bikin malu saja kau. Mendengar kata-kata korban Andri Manullang terdakwa langsung emosi dan menarik pisau dari pinggangnya, yang mana pisau tersebut sebelumnya sudah dibawa terdakwa dari rumah dan kemudian pisau tersebut terdakwa tusukan kebagian dada korban Andri Manullang sebelah kiri, dan setelah mengenai dada korban Andri Manullang, terdakwa mencabut pisau tersebut.

Selanjutnya korban Andri Manullang berusaha berlari menghindari terdakwa, namun terdakwa terus mengejar korban Andri Manullang sambil mengacungkan pisau yang sebelumnya telah ditusukan ke dada korban Andri Manullang, namun akhirnya korban Andri Manullang terjatuh dengan posisi terlentang dipinggir jalan dengan posisi tangan korban memegang dadanya yang sudah berlumuran darah.

Melihat hal tersebut saksi Ali Sadikin Nababan beserta saksi Parhimpunan Sianturi yang sedang berada ditempat tersebut langsung membawa korban Andri Manullang ke Klinik Restu Bunda, namun tidak ada dokter, selanjutnya saksi Parhimpunan dan terdakwa membawa korban Andri Manullang ke Klinik Irna, dan dokter Nahar yang berada ditempat tersebut menyatakan bahwa terdakwa sudah meninggal dunia, selanjutnya saksi Parhimpunan Sianturi dan saksi Ali Sadikin Nababan membawa korban Andri Manullang ke Rumah Sakit Umum Rantauprapat, sedangkan terdakwa berhasil melarikan diri.(ab/ss-lb)

Kata kunci terkait:
simanjuntak

Lihat Juga

Pembentukan Karakter Dan Pengenalan Budaya, Unimed Latih Anak Usia Dini

Medan | suarasumut.com  –  Pendidikan karakter dan pengenalan budaya merupakan hal yang mutlak yang diberikan ...