Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Pembunuh Cewek Salon Disidangkan

Pembunuh Cewek Salon Disidangkan

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Sidang perkara pembunuhan korban Yusmidar Nasution yang bekerja di salon jalan Imam Bonjol Rantauprapat digelar di Pengadilan Negeri Rantauprapat, Jumat (21/8).

Terdakwa Dedi alias Gatai alias Tia (30) yang merupakam warga Jalan Siringo-ringo gang Cempaka, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara ini hanya terdiam saat duduk dikursi pesakitan. Dengan pengawalan yang ketat dari pihak kepolisian, sejumlah keluarga korban mendengarkan surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut umum (JPU) Naharuddin Rambe.

Dihadapan Majelis hakim yang diketuai oleh Taufik Nainggolan, membacakan dakwaan terhadap pria yang bekerja sebagai penarik becak ini. Dimana perbuatan terdakwa terjadi pada hari minggu 22 februari 2015 sekira pukul 22.30 wib. Saat itu, terdakwa bertemu dengan korban di depan salon yang terletak di gang IV jalan imam bonjol Rantauprapat. Saat itu terdakwa berkata “ cemana dek, kesepian dek ayo ikut abang” lalu korban berkata “ disini ajalah”.  Selanjutnya terdakwa berkata kembali “ ramai orang disini keluar lah”. Setelah itu terdakawa dengan korban tawar menawar dan hasil kesepakatan mereka korban minta Rp.250 Ribu, sehingga terdakwa memberikan Rp.50 ribu sebagai panjar.

Selanjutnya terdakwa membawa korban dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 5967 YAO ke rumah orang tua terdakwa di jalan Sirandorung Gang Pacat Rantauprapat.

Selanjutnya, terdakwa mengajak korban masuk ke dalam kamar terdakwa untuk melakukan hubungan suami istri. Setelah selesai melakukan hubungan suami istri, terdakwa langsung mengantarkan korban dengan mengendarai Becak bermotor BK 4182 YZ. Ditengah jalan terdakwa membawa korban keliling-keliling kota. Sekira pukul 01.00 wib, terdakwa kembali mengajak korban untuk melakukan hubungan suami istri “ ayok lah sekali lagi dek” mendengar ucapan terdakwa maka korban meminta tambah Rp.100 ribu akan tetapi terdakwa hanya mampu Rp.50 ribu. Lalu korban berkata “ parah kali pun abang”. Mendengar perkataan korban, terdakwa langsung emosi dan langsung membawa korban ke jalan Sirandorung Gang Sederhana.

Setelah itu, terdakwa dan korban langsung turun dari becak. Kemudian terdakwa minta main lagi kepada korban. Akan tetapi korban berkata “ anjing kau, babi kau, tak ada otak mu (maaf)”. Mendengar ucapan korban maka terdakwa langsung emosi dan langsung mengambil batu dan memukul kepala bagian belakang korban hingga korban terjatuh.

Setelah itu, terdakwa mengambil HP milik korban yang terjatuh, kemudian mengangkat badan korban ke semak-semak. Selanjutnya, terdakwa kembali memukul kepala korban sebanyak satu kali hinga tak berdaya. Selanjutnya, terdakwa pulang kerumah orang tua terdakwa. Setibanya dirumah orang tuanya, terdakwa timbul niat untuk mengambil sebilah pisau dari dapur karena terdakwa merasa korban belum meninggal. Selanjutnya terdakwa kembali kesemak-semak dengan berjalan kaki . setibanya dilokasi terdakwa melihat korban masih bergerak-gerak, seketika itu terdakwa langsung menikam pisau tersebut kedagu dan leher korban sebanyak tiga kali hingga pisau itu tertancap dileher korban.

Mengetahui korban sudah tidak bernyawa, terdakwa langsung mengangkat korban dan membenamkan tubuh korban kedalam parit yang tak jauh dari semak-semak itu. Selanjutnya terdakwa langsung pergi melarikan diri.

Atas perbuatannya terdakwa didakwa pertama pasal 340 KUHPidana atau kedua pasal 353 ayat 3 KUHPidana atau ketiga pasal 351 KUHPidana.

Usai mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh JPU, Majelis hakim menunda persidang selama satu minggu.

“Sidang ditunda satu minggu dengan agenda mendengarkan keterangan saksi,”kata Taufik sambil mengetuk palu.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia Adakan Kompetisi Internasional ResPex

Malaysia | suarasumut.com  –  Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia adakan Kompetisi International Regional Student’s ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.