Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Pembunuh Bendahara Disdik Hiliduho Mengaku Bela Diri

Pembunuh Bendahara Disdik Hiliduho Mengaku Bela Diri

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  YZ Pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya bendahara UPT Dinas Pendidikan Hiliduho Amirudin Gulo, mengaku jika dia melakukan penganiayaan terhadap korban karena membela diri.

Tersangka juga berkilah jika uang yang dirampas dari korban jumlahnya mencapai ratusan juta, tetapi uang tersebut dirampok kembali oleh orang tak dikenal saat pelaku melarikan diri di dalam hutan usai menganiaya korban.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Nias AKBP.Erwin Horja H Sinaga, SH, S.Ik saat melakukan konfrensi pers di halaman Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Sabtu (10/2).

Dari penuturan Kapolres Nias, diketahui jika sebelum menganiaya korban, pelaku dan korban naik sepeda motor beriringan dari arah Kota Gunungsitoli menuju kantor mereka yang terletak di Kecamatan Hiliduho.

Pelaku yang bekerja sebagai Kepala Tata Usaha di UPT Disdik Hiliduho dalam perjalanan mengatakan kepada korban jika dia ingin meminjam uang. Tetapi korban yang bekerja sebagai bendahara pada kantor yang sama dengan pelaku menjawab sambil mengacungkan pisau kepada pelaku dengan berkata hanya pisau tersebut yang bisa dia berikan.

“Pengakuan YZ, karena korban sempat berhenti dan mengacungkan pisau, maka pelaku merebut pisau milik korban dan menikam korban dengan pisau tersebut. Setelah menikam korban, pelaku kabur dan membawa tas milik korban yang berisi uang,” terangnya.

Pelaku kemudian kabur ke rumah saudaranya di Desa Botolakha, Kabupaten Nias Utara dan mengaku kepada saudaranya jika dia telah mengalami kecelakaan. Di rumah saudaranya tersebut pelaku menukar pakaiannya dan memindahkan uang dari tas korban yang dia bawa ke dalam tas miliknya.

“Setelah tukar pakaian dan memindahkan uang, pelaku mengaku jika dia meninggalkan rumah saudaranya dengan jalan kaki dan menghentikan sepeda motor yang lewat. Dia kemudian dibawa sepeda motor tersebut dan diturunkan di jalan di suatu daerah yang dia tidak ketahui dan masuk ke dalam hutan,” ujar Kapolres.

Namun, di dalam hutan, pelaku mengaku bertemu dengan sejumlah orang tak dikenal, dan uang beserta tas yang dia bawa dirampas oleh orang orang tersebut.
Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 340, subsider 339 subsider 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Pelaku yang sempat ditemui di tempat yang sama mengaku menyesal dan dia menganiaya korban karena membela diri.

“Saya menikam dia karena dia mengacungkan pisau kepada saya ketika saya ingin meminjam uang kepada dia sebesar Rp 1 juta rupiah untuk bayar arisan,” kilah pelaku.

Pelaku juga mengaku belum menghitung jumlah uang yang diambil dari korban, tetapi dia memperkirakan uang tersebut mencapai ratusan juta, tetapi uang tersebut telah dirampok kembali orang tak dikenal di daerah yang dia tidak ketahui saat kabur.(ih/ss-gs)

Kata kunci terkait:
hiliduho

Lihat Juga

Bupati Karo Pimpin Apel Gabungan Usai Libur Idul Fitri

Karo | suarasumut.com  –  Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH memimpin Apel gabungan perdana di lingkungan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *