Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Pembuatan Saluran Irigasi Di Sei Apung Rp. 5,5 M Tidak Sesuai Juknis DAK?

Pembuatan Saluran Irigasi Di Sei Apung Rp. 5,5 M Tidak Sesuai Juknis DAK?

Aekkanopan | suarasumut.com  –  Pembuatan saluran irigasi rawa di Desa Sei Apung Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dengan pagu anggaran Rp. 5,5 miliar dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) penggunaan Dana Alokasi Khusus. Pasalnya, proyek gawean Dinas Pekerjaan Umum Labura ini dinilai tidak tepat sasaran dan hanya membuang anggaran.

Ketua LSM Aliansi Penyelamatan Indonesia Kabupaten Labura Dansen Simarmata mengatakan, proyek yang dananya bersumber dari DAK tambahan Tahun Anggaran 2016 ini tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 47/PRT/M/ 2015, tentang Juknis Penggunaan DAK Bidang Infrastruktur.

Dansen menjelaskan, sesuai dengan Juknis DAK Subbidang Infrastruktur Irigasi, proyek ini seharusnya diperuntukkan untuk daerah pertanian yang merupakan daerah irigasi (DI). Padahal, lokasi proyek ini di Desa Sei Apung Kecamatan Kualuh Hilir bukan merupakan daerah irigasi.

Selain itu lanjutnya, proyek yang menelan uang negara Rp.5,5 miliar ini juga terkesan dipaksakan. Pasalnya, pengumuman yang merupakan e-Lelang Umum atas proyek ini pada tanggal 16 November dan menurut informasinya masa kontraknya akan berakhir tanggal 31 Desember.

” Menurut informasi yang diperoleh, pembuatan saluran irigasi rawa ini berupa parit lining sepanjang 1.200 meter dan lebar 3 meter” kata Dansen kepada wartawan, Senin (5/12) di Aekkanopan.

Dansen berharap, agar pihak penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini. Karena menurutnya, pekerjaan seperti ini kuat dugaan melanggar hukum dan membuang uang negara disaat pemerintah sekarang ini tengah seriusnya membangun infrastruktur terutama dalam program ketahanan pangan.

Sesuai pantauan di lapangan, lokasi proyek ini berada di parit bekoan jalan umum di Desa Sei Apung yang lebarnya 4 meter yang kondisinya sekarang tergenang air karena tingginya curah hujan sepekan ini. Dan sampai saat ini pekerjaannya masih sebatas pembersihan lapangan dan material yang ada di lokasi masih hanya tumpukan pasir saja.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat Desa Sei Apung R. Simbolon mengaku heran dan mempertanyakan fungsi bangunan tersebut. Pasalnya, saluran irigasi rawa ini seharusnya dapat berfungsi untuk mengaliri air ke lahan pertanian. Namun pada kenyataannya, sumber air yang akan dialirkan tidak ada karena lahan pertaniannya masih tadah hujan. Selain itu, lokasi proyek ini jauh dari lahan pertanian dan di sekitarnya sudah perkebunan sawit milik warga sekitar.

” Untuk apa guna bangunan ini?, kalau untuk irigasi darimana sumber airnya dan sawah mana yang akan diarinya?. Lagipula lebih tingginya sawah dari paritnya?. Proyek ini sama halnya hanya membuang uang negara” kata Simbolon saat bertemu di lokasi proyek.

Menurut Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Labura, pembuatan irigasi rawa ini merupakan kategori e-Lelang Umum dengan pemenang atas nama PT. Ridho Anugrah yang berkantor di Komp. Laguna Indah Blok A No. 5 Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor, dengan harga penawaran Rp. 5.468.800.000.

Dan menurut informasi sebelumnya, Kabupaten Labura memperoleh DAK tambahan dari P-APBN Tahun Anggaran 2016 melalui Kementerian PU dan PR dengan alokasi Rp. 18 miliar untuk infratsruktur jalan dan 18 miliar untuk infrastruktur daerah irigasi.

Untuk menanggapi hal ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Edi Syahputra tidak berhasil ditemui di kantor PU Labura. Dan saat dikonfirmasi melalui telepon seluler dan via pesan singkat tidak bersedia memberikan jawaban.(rk/ss-lu)

Kata kunci terkait:
Lpse kab labura, lpse kabupaten labuhanbatu utara, pemda samosir dinas ketahanan pangan, pemenang lelang 2017 proyek kualuh hilir, Pemenang lelang Lpse 2017 Kab Batubara, sei apung labura, suara apung

Lihat Juga

452 Pramuka Ikuti Perkemahan Internasional 2017 Di Malaysia

JAKARTA | suarasumut.com  –  Sebanyak 452 anggota Gerakan Pramuka akan mengikuti Perkemahan Internasional di Selangor, ...