Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Pemberhentian Perangkat Desa Sei Sakat Langgar Aturan?

Pemberhentian Perangkat Desa Sei Sakat Langgar Aturan?

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemberhentian perangkat Desa Sei Sakat Kecamatan Panai Hilir dinilai telah menyalahi aturan.Pasalnya,pemberhentian perangkat desa sebanyak lima orang di desa tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 83 tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa Kepala Desa memberhentikan Perangkat Desa setelah berkonsultasi dengan Camat.Perangkat Desa berhenti karena Meninggal dunia,Permintaan sendiri; dan Diberhentikan. Perangkat Desa diberhentikan sebagaimana dimaksud karena usia telah genap 60 (enam puluh) tahun.Kemudian dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Namun, pemberhentian perangkat desa sebanyak lima orang oleh Kades Sei Sakat tidak diketahui dengan jelas penyebab dan alasannya.Mahmuddin Daulay,Warga Dusun satu Desa Sei Sakat, salah seorang perangkat desa yang diberhentikan mengaku pernah mempertanyakan perihal pemberhentian dirinya sebagai perangkat desa kepada Kades namun jawaban yang diterima hanya membuat sakit hati. ”Saya mempertanyakan status Sekdes yang sebelumnya juga diberhentikan namun kembali aktif tapi jawaban Kades dia bilang saya pake dia, uang pribadi saya yang menggaji Sekdes,”ungkapnya.

Mahmuddin menjelaskan bahwa Sekretaris Desa (Sekdes) Ahmad Zaini juga diberhentikan namun,beberapa hari kemudian kembali aktif. Selain itu, dari enam orang perangkat desa juga terdapat salah seorang perangkat desa yang diketahui menerima honor ganda yakni dari Dinas Pertanian Pemprovsu juga APBD Labuhanbatu.

Sebab, selain menjadi perangkat desa di Sei Sakat juga menjadi honorer di Dinas Pertanian Pemprovsu.Kepala Desa Sei Sakat Amir Hamzah ketika dihubungi, Senin (11/4) guna mempertanyakan perihal pemberhentian perangkat desa enggan memberikan penjelasan. ”Saya di ladang,”pungkasnya sembari menutup pembicaraan.(ta/ss-lb)

Kata kunci terkait:
mekanisme pemberhentian perangkat desa

Lihat Juga

Ket. Gbr : Tersangka FA, pengisap ganja yang ditangkap Satres Narkoba Polres Psp di TPU Jalan Mgr Maradat Kec. Psp Selatan Kota Psp, Jum'at (20/7-2018). Foto Ali Akbar/SS

Polisi Amankan Pengisap Ganja Di TPU

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Seorang pemuda ditangkap Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan (Psp) di daerah Jalan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *