Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Pembangunan Vihara Diprotes, Kemenag Dan FKUB Labura Tinjau Kelapangan

Pembangunan Vihara Diprotes, Kemenag Dan FKUB Labura Tinjau Kelapangan

Kualuhleidong | suarasumut.com  –  Kepala Kantor Urusan Agama (Kamenag) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Labura tinjau lokasi pembagunan Vihara Syakamuni yang berada di Kecamatan Kualuhleidong Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Pasalnya pembagunan Vihara tersebut mendapat protes dari warga sekitar. Warga sekitar mempertanyakan ijin bangunan Vihara Syakamuni yang berada persis di jalan protocol Kampung Baru, dimana mayoritas warga sekitar pembangunan beragama muslim.

Akibat adanya protes dari warga Kamenag dan pengurus FKUB Labura langsung meninjau lokasi didirikanya rumah ibadah tersebut. FKUB Dan Kemenag Labura hanya memastikan kalau pendirian Vihara tersebut apa benar mendapat penolakan dari warga sekitar, guna menjaga tidak terjadinya konflik antar warga.

Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid (BKPRMI) Kualuhleidong Abu Sofyan mewakili warga yang protes menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (11/2), meminta agar tidak mendirikan bangunan rumah ibadah dilokasi yang banyak dihuni warga muslim.

Menurut Abu Sofdyan, ini bisa menimbulkan kesenjangan lingkungan. ”Kok dipermukiman Muslim didirikan Vihara, kan bisa menimbulkan pertanyaan. Dan apa lagi disaat nanti ada ritual bakar Gaharu dan bakar kertas,” asapnya bisa mengganggu kenyamanan warga,”ujarnya.

Masih dijelaskannya, hal ini harus mendapat perhatian dari pihak Pemerintah agar mempertimbangkan izinnya, jikalau izinnya dikeluarkan dikhawatirkan memicu kemarahan masyarakat yang sudah mengajukan protes.

Hal serupa juga diucapkan salah satu Tokoh Pemuda Parulian Panjaitan, merasa keberatan keberadaan pembangunan Vihara dilingkungan rumahnnya. “Ia saya merasa keberatan berdirinya bangunan Vihara di lingkungan ini, sebab dilingkungan ini tidak ada agama mereka, ada pun hanya 2 orang saja.  Itupun mereka beribadahnya kami perhatikan ditempat lain,”jelasnya sambil berharap tidak melanjutkan pembangunan Vihara tersebut.

Sementara Camat Kualuhleidong Ismail Efendi Rambe saat dikonfirmasi wartawan di kantornya mengenai penolakan warga pembangunan Vihara menjelaskan, kalau ada warga yang protes itu sah sah saja. Kemungkinan pihak kecamatan tidak akan memberikan izinya. Menurut peraturan yang berlaku, kalau mendirikan rumah ibadah harus ada mendapat persetujuan dari masyarakat sekitar minimal sebanyak 100 orang dan dibubuhi dengan tandatangan, kalau tidak terpenuhi mana mungkin mengeluarkan izinya.

Masih penjelasan Camat, Kemenag dan FKUB Labura kemari hanya mencek kelapangan ada atau tidak warga yang protes, kalau ada mungkin mereka akan mempertimbangkan permintaan protes warga.(hs/ss-lu)

Kata kunci terkait:
Pembangunan Vihara Diprotes Kemenag Dan FKUB Labura Tinjau Kelapangan

Lihat Juga

Pembentukan Karakter Dan Pengenalan Budaya, Unimed Latih Anak Usia Dini

Medan | suarasumut.com  –  Pendidikan karakter dan pengenalan budaya merupakan hal yang mutlak yang diberikan ...