Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Pembangunan Kantor Bupati Nisut : Kejari Gunungsitoli Masih Tunggu Hasil Audit BPKP

Pembangunan Kantor Bupati Nisut : Kejari Gunungsitoli Masih Tunggu Hasil Audit BPKP

Gunungsitoli | suarasumut.com — Hingga saat ini, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli masih belum menetapkan tersangka, dan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Nias Utara tahap I dan II di Desa Fadoro Fulolo, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara.

Pembangunan kantor Bupati Nias Utara tahap I T.A 2012 dikerjakan PT.Arta Graha Nauli menggunakan sistim kontrak tahun jamak dengan biaya sebesar Rp 2.989.270.000, pembangunan tahap II tahun anggaran 2013 dikerjakan PT.Duta Unggul Sarana menggunakan sistim kontrak tahun tunggal dengan dana sebesar Rp 3.981.000.000.

Kasipidsus Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Yus Iman Harefa, SH yang ditemui wartawan di kantor Kejari Gunungsitoli, Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Senin (6/6), mengakui jika hingga saat ini belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

Menurut Yus Iman, Kejari Gunungsitoli masih menunggu hasil audit BPKP terkait kerugian negara dalam kasus tersebut, dan tidak bisa memastikan kapan hasil tersebut keluar. “Seminggu yang lalu BPKP sudah datang dan melakukan audit. Untuk menetapkan tersangka, audit BPKP harus keluar dulu, sehingga kita bisa pastikan kerugian negara. Yang datang tahun lalu bukan BPKP, tetapi ahli teknik dari Politeknik USU,”terang Kasipidsus Kejari Gunungsitoli.

Mantan Bupati Nisut Tidak Terlibat

Disinggung mengenai keterlibatan mantan Bupati Nias Utara Edward Zega, Kasi Pidsus Yus Iman Harefa menegaskan, dalam kasus tersebut tidak ada keterlibatan mantan Bupati Nias Utara. “Kita sudah hampir selesai memeriksa seluruh saksi dalam penyidikan kasus ini, dan mantan Bupati Nias Utara tidak ikut kita periksa. Proyek ini seluruhnya tanggungjawab Dinas PU, dan bukan proyek tahun jamak seperti yang dituding sebelumnya,”kilah Yus Iman Harefa, SH.

Untuk diketahui, pada pemberitaan tahun lalu, Kajari Gunungsitoli Parningotan Bakkara, SH, MH mengungkapkan jika penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Kantor Bupati Nias Utara tahun 2012 dan 2013 telah ditingkatkan ke penyidikan 6 Agustus 2015.

Kejari Gunungsitoli telah mengantongi kerugian negara, namun belum bisa diungkapkan ke publik, dan harus dihitung ulang oleh tim teknik dari BPK-RI atau BPKP.

Mantan Kasipidsus Kejari Gunungsitoli Junius Zega, SH, MH tahun lalu juga memberitahu jika pembangunan kantor Bupati Nias Utara tahun anggaran 2012 dikerjakan oleh PT.Arta Graha Nauli dengan menggunakan sistim kontrak tahun jamak.

Tahun anggaran 2013, pembangunan kantor Bupati Nias Utara dilanjutkan PT. Duta Unggul Sarana dengan menggunakan sistim kontrak tahun tunggal.(ih/ss-gs)

Kata kunci terkait:
kejari asahan, timbul pasaribu

Lihat Juga

Toko Mas Mutiara Disantroni Maling Di Siang Hari

  Tanjungleidong | suarasumut.com  –  Warga Kelurahan Tanjungleidong Kecamatan Kualuhleidong Kabupaten Labuhanbatu Utara dihebohkan adanya ...