Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Pelatihan Tenaga Kepemudaan Berkebutuhan Khusus Resmi Ditutup
Pelatihan Tenaga Kepemudaan Berkebutuhan Khusus Resmi Ditutup
Pelatihan Tenaga Kepemudaan Berkebutuhan Khusus Resmi Ditutup

Pelatihan Tenaga Kepemudaan Berkebutuhan Khusus Resmi Ditutup

Komunitas Peduli Pemuda Berkebutuhan Khusus (KP2BK) yang merupakan organisasi bertujuan untuk memberikan pelatihan, motivasi, dan advokasi terhadap orang berkebutuhan khusus (difabel), pemuda pada khususnya. Organisasi yang dibentuk 2 tahun yang silam tersebut berusaha untuk memberikan yang terbaik pada kaum difabel khususnya pemuda-pemudi. Baru-baru ini organisasi yang di bawah kepemimpinan Agam C.F.Silaen, S.TP mengadakan pelatihan dalam bentuk sharing motivasi di Yayasan Karya Murni. Acara yang berlangsung hikmat tersebut dilaksanakan pada tanggal 23-24 Oktober 2017.

“Terima kasih kepada Kemenpora yang diwakili oleh Bapak Drs. Johny Sihite, M.Pd  yang mendukung acara dan terima kasih juga kepada pengurus yayasan karya murni atas kesempatan dan kerja samanya kami boleh melakukan acara di tempat ini” ungkap Rasi Kasim Samosir, SP selaku ketua panitia. Panitia yang terlibat dalam rangkaian acara yaitu Michael Hutapea, Dien Nova Sinaga, Monalia Hutauruk, Vrans Hutauruk, Dhanel Lambok Simamora, Adriani Amanda Hutabarat dan Putra Silaen.

Pada kesempatan yang sama Agam C.F Silaen, S.TP selaku ketua komunitas pemuda berkebutuhan khusus (KP2BK) didampingi Michael Hutapea selaku sekretaris KP2BK di sela-sela coffe break mengungkapkan bahwa kami berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada kaum difabel. Kami hadir untuk memberikan pelatihan, advokasi, dan motivasi. “Kegiatan yang kami lakukan kali ini berupa motivasi kepada peserta. Kami mengadakan 3 materi dan seluruh pemateri merupakan dari kalangan akademisi dan pemerhati sosial” ungkap Silaen.

Pada kata sambutan dari Kemenpora Drs. Johny Sihite, M.Pd yang merupakan Kepala Bidang Tenaga dan Sumber Daya Pemuda KEMENPORA RI mengungkapkan bahwa Kemenpora yang merupakan instansi pemerintah bidang pemuda dan olahraga berusaha memberikan yang terbaik pada kaum difabel pemuda khususnya. UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas merupakan acuan kemenpora untuk memeberikan bantuan kepada kaum difabel, pemuda khususnya.

Materi pertama yang dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2017 pada pukul 15.00 WIB-17.00 WIB dengan pemateri Deden Raldos Simatupang S.Pt dan moderator Indra Panjaitan, S.Pt tentang menggali potensi pemuda berkebutuhan khusus. Materi yang dibawakan oleh bapak Simatupang terlihat peserta ceria dan semangat serta banyak yang bertanya. Di sela-sela materi yang dibawakan, simatupang bercerita sehingga para peserta antusias mendengar cerita tersebut.

Materi kedua dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2017 pada pukul 15.00 – 16.15 WIB dibawakan oleh Jabes Silaban yang merupakan pemerhati sosial tentang merajut kembali cita-cita pemuda berkebutuhan khusus. Pada materi yang dibawakan oleh Jabes Silaban dengan moderator Andreas Sembiring menceritakan pemuda berkebutuhan khusus yang sukses dan yang memiliki kesempatan yang sama mengemban bangku kuliah dengan yang normal. Silaban membawakan salah seorang pemuda kaum difabel yaitu perangin-angin yang merupakan pemuda difabel yang merupakan alumni UNIKA St.Thomas jurusan sastra Inggris. Di hadapan para peserta perangin-angin menceritakan kisah hidup yang dilahirkan tidak bisa melihat. Namun dengan keterbatasan, saya tidak patah semangat bahkan saya belajar dengan laptop melalui audiovisual rata-rata tahan hingga 12 jam per hari. Saya kini menjadi staf pengajar di Yayasan Pendidikan Tuna Netra Tanjung Morawa.

Pada isi materi yang disampaikan Bapak Silaban juga mengajak para panitia atau komunitas penyelenggara untuk lebih peka terhadap situasi kaum difabel, dimana pemerintah dalam hal ini kurang perhatiannya terhadap kaum difabel. Cara yang dilakukan yaitu mari kita mendorong pemerintah membuat perda khusus kaum difabel.

Materi ketiga dibawakan oleh Prof. Dr. Badaruddin, M.Si dengan moderator Khuman Marion Nainggolan, S.TP dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2017 pukul 16.15-17.15 WIB. Prof. Dr. Badaruddin, M.Si yang merupakan guru besar USU membawakan materi tentang peran dunia Pendidikan untuk pemuda berkebutuhan khusus. Prof. Dr. Badaruddin, M.Si yang merupakan mantan Dekan FISIP USU mengungkapkan bahwa kementerian riset dan Pendidikan tinggi mengalokasikan para peserta dengan cara melalui jalur undangan yaitu dengan cara sekolah mengirimkan berkas siswa-siwi terbaik ke panitia pusat. Sebagai contoh, ada alumni FISIP USU yang merupakan kaum difabel. Dana APBN yang dialokasikan 20% untuk Pendidikan seharusnya dinikmati juga secara merata oleh kaum difabel.

Agam C.F Silaen selaku ketua komunitas didampingi Rasi Kasim Samosir menutup rangkaian acara. “Dengan ini seluruh rangkaian cara resmi ditutup” ungkap Silaen dihadapan para peserta, panitia, dan pengurus yayasan. Pada kesempatan yang sama juga pengurus yayasan karya murni yang diwakili Sr. Vinsensia Naibaho mengucapakan terima kasih kepaada Komunitas Peduli Pemuda Berkebutuhan Khusus (KP2BK) atas waktu, tenaga, dan pikirannya. “Semoga kegiatan atau program yang kalian lakukan memberikan manfaat dan membuat para kaum difabel termotivasi. Dan jangan hentinya anak-anak muda berbuat terbaik bagi nusa dan bangsa” ungkap Sr. Vinsensia Naibaho.

Lihat Juga

Walikota Sibolga Lepas Pawai Ta’aruf MTQ Ke -46 Tingkat Kecamatan Sibolga Selatan

SIBOLGA | suarasumut.com  –  Wali Kota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk melepas peserta pawai ta’aruf ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *