Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› PELAKSANAAN PROYEK PPIP DI SEI TAWAR PANAI HILIR TERBENGKALAI

PELAKSANAAN PROYEK PPIP DI SEI TAWAR PANAI HILIR TERBENGKALAI

Panai Hilir, suarasumut.com – Untuk ke sekian kalinya program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan ( PPIP ) menyimpang dalam pelaksanaannya dan tentunya anggaran Rp 250 juta atau setara dengan seper empat Milyar Rupiah yang diterima per Desanya itu menjadi pertanyaan.

Pasalnya, tujuan Pemerintah menggulirkan dana tersebut adalah untuk mengurangi angka kemiskinan dengan memperbaiki infrastruktur yang ada di Desa, karena dengan begitu laju pertumbuhan ekonomi dapat lebih maju, lantas bagaimana jika program tersebut menyimpang ?. Tentu nya selain dapat merugikan Keuangan Negara, penyimpangan tersebut dapat berakibat tidak terlaksananya tujuan mulia Pemerintah.

Salah satu dari sekian banyak penyimpangan Program ini adalah di Desa sei Tawar Kecamatan Panai Hilir yang sampai saat ini pekerjaan Perkerasan Jalan sejauh satu kilometer dengan menggunakan material tanah merah ini tak juga kunjung selesai dikerjakan, kendati Dana nya telah diterima penuh oleh Pelaksana Kegiatan ( OMS ).

Padahal seharusnya pencairan termin untuk pelaksanaan program ini harus sesuai dengan Persentase pekerjaan, namun diduga karena pihak OMS yang bekerjasama dengan Intansi yang berkompeten takut kalau anggaran tersebut kembali ke Kas Negara, maka upaya apapun dilakukan walau dengan cara melanggar hukum.

Samsul Marpaung Kepala Desa Sei Tawar di kediamannya (05/04), kepada suarasumut.com mengatakan, kalau pihak OMS yang ternyata orang tuanya akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, sebab alasan tidak selesainya pekerjaan tersebut menurut Samsul karena musim hujan dan tidak memungkinkannya Truck pengangkut material melintasi lokasi kegiatan tersebut.

”Bukannya pihak OMS tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut, namun dikarenakan kondisi hujan,makanya pekerjaan itu ditunda untuk sementara,”terang Samsul.
Namun saat disinggung kapan pekerjaan tersebut dilanjutkan, ia hanya berdalih menunggu kondisi tanah nya sehingga dapat dilalui Truck pengangkut material.

Anehnya, hasil investigasi wartawan di lokasi pekerjaan , kalau kondisi tanah yang dimaksud Kades sudah sangat normal, sebab sudah sebulan lebih tidak pernah turun hujan, karena sampai saat ini memang musim kemarau.( ta/ss/ph )

Kata kunci terkait:
sei tawa

Lihat Juga

Cegah Mismatch Menahun, BPJS Kesehatan Diminta Koreksi Diri

Jakarta | suarasumut.com  –  Anggota Komisi IX Irma Suryani mengibaratkan defisit yang dialami Badan Penyelenggara ...