Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› PEDAGANG : PEMBAGIAN LAPAK JUALAN DI IKA BINA TIDAK ADIL

PEDAGANG : PEMBAGIAN LAPAK JUALAN DI IKA BINA TIDAK ADIL

Rantauprapat,suarasumut.com – Pedagang makanan di lapangan Ika Bina Rantauprapat menilai pembagian lapak kios yang dilakukan pihak Dinas perindustrian perdagangan dan Koperasi( Disperindag ) kabupaten Labuhanbatu tidak adil. Pasalnya Nurhayati (54) warga Gang Tempel,Rantau Utara, mengaku tidak mendapat lapak kios saat pembagian.

Padahal menurut Nurhayati hampir tiga puluh tahun ia berjualan dilapangan Ikabina

” Pembagian lapak kios itu dilakukan pihak disperindag beberapa hari yang lalu. Dan saya tidak di undang. Padahal, 3 tahun dan 6 bulan yang lalu sebelum kios itu di bangun saya sudah berulangkali di data pihak petugas. Namun, saya tidak ada di undang saat pembagian kios kemarin,”Kata Nurhayati Rabu (2/4),pada Wartawan.

Dikatakannya, pihak Disperindag lebih memilih pedagang yang baru beberapa bulan berjualan untuk diberikan kios dibanding pedagang yang telah puluhan tahun berjualan.

” Ada beberapa pedagang yang baru beberapa bulan berjualan sudah memperoleh kios. Padahal, sudah 30 tahun saya bersama orang tua berjualan di lapangan ika bina ini tapi saya tidak dapat. Mulai dari kios kami berdindingkan seng,dan kami sempat digusur dan terpaksa menyewa kantin kantor Polisi militer dengan harga sewa pertahun Rp.4 juta. tetapi kenapa saya tidak memperoleh kios. Inikan namanya tidak adil. ” ujarnya.

Nurhayati menegaskan, jika ia tidak memperoleh kios dalam waktu dekat ini, maka ia akan melakukan perotes di kantor disperindag dan akan mengadukan persoalan tersebut kepada bupati Labuhanbatu.

” Jangan mentang-mentang saya hidup sendiri saya di bodoh-bodohi seperti ini. Jika saya tidak dapat lapak, maka saya akan protes di dakantor Disperindag dan akan mengadukan persoalan ini ke Bupati. Sebab, saya nilai pembagian lapak kios ini tidak adil, ” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi kabupaten Labuhanbatu Hamja Rambe saat dikonfirmasi membantah jika pihaknya tidak adil dalam pembagian lapak kios tersebut.

” Kami hanya menjalankan perintah dari bupati, dimana pedagang yang menempati kios tersebut adalah pedagang yang berjualan di depan dengan menggunakan tenda. Nah, sementara ibu tersebut berjualan di pinggir sudut lapangan ika bina. Namun begitu, jika ada anggaran, kami akan mengusulkan kembali pembangunan kios tambahan, agar pedagang yang belum memperoleh kios dapat berjualan dilapangan Ika Bina Rantau prapat. Karena, saat ini anggaran kita di tahun 2013 hanya bisa membangun kios untuk 10 pedagang,” Terangnya. ( ao/ss/rp )

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...