Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Panwaslu Kota Gunungsitoli Kabulkan Permohonan Paslon Yul-Ham

Panwaslu Kota Gunungsitoli Kabulkan Permohonan Paslon Yul-Ham

Gunungsitoli, suarasumut.com — Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Gunungsitoli mengabulkan seluruh permohonan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli AKBP (Purn) Yuliaman Zendrato dan H.Ilham Mendrofa (Yul-Ham).

Panwaslu meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli untuk mematuhi dan menjalankan keputusan Panwaslu, dan membatalkan berita acara KPU nomor 80 tahun 2015 tentang pendaftaran paslon Yul-Ham yang tidak diterima.

Keputusan tersebut ditetapkan Panwaslu Kota Gunungsitoli pada sidang sengketa pemilu, dengan agenda pembacaan hasil musyawarah antara paslon Yul-Ham dan KPU Kota Gunungsitoli yang dipimpin Ketua Panwaslu Kota Gunungsitoli Ofredy Harefa, di kantor Panwaslu Kota Gunungsitoli, Desa Sifalaete, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Selasa (1/9).

Pada kesimpulannya, Panwaslu Kota Gunungsitoli mengabulkan permohonan paslon Yul-Ham, meminta KPU Kota Gunungsitoli membatalkan berita acara nomor 80 tahun 2015 tentang pendaftaran paslon Yul-Ham tidak diterima, meminta KPU Kota Gunungsitoli untuk menerima pendaftaran ulang paslon Yul-Ham dan melakukan verifikasi berkas pencalonan terhadap paslon Yul-Ham.

KPU Tunggu Salinan Keputusan

Ketua KPU Kota Gunungsitoli Sokhiatulo Harefa yang ditemui wartawan usai sidang mengatakan, belum bisa melakukan langkah langkah sesuai keputusan Panwaslu, karena KPU harus menunggu dahulu putusan sidang dan melakukan pleno.

“Kita sudah mengikuti sengketa pemilihan, dan telah memberikan jawaban terkait penerbitan berita acara jika pendaftaran paslon Yul-Ham tidak diterima. Karena Panwaslu sebagai pimpinan sidang memiliki putusan lain, dan merupakan putusan Panwaslu, maka setelah mendengar putusan tersebut, kita menunggu salinan putusan dan akan mencermati dahulu,” tutur Ketua KPU Kota Gunungsitoli.

Putusan Panwaslu Final Dan Mengikat

Di tempat yang sama, Ketua Panwaslu Kota Gunungsitoli Ofredy Harefa menegaskan, keputusan Panwaslu dalam menyelesaikan sengketa adalah final dan mengikat. Maka KPU wajib melakukannya, karena hal tersebut sesuai dengan Keputusan Bawaslu nomor 8 tahun 2015 pasal 25 tentang penyelesaian sengketa pemilihan.

Dia menerangkan, sesuai peraturan perundang undangan, keputusan atau berita acara atau surat keputusan yang dikeluarkan KPU tentang pendaftaran calon, dapat diajukan sebagai sengketa. Pemohon yang mengajukan sengketa di Panwaslu telah memenuhi unsur dan berkekuatan hukum serta legal standing.

“Yang dilaksanakan hari ini adalah pembacaan hasil musyawarah, dimana pada sidang sebelumnya pihak yang bersengketa tetap pada pendiriannya. Sesuai undang undang dan peraturan yang ada, serta berdasarkan pleno Panwaslu, maka dengan mempertimbangkan hak konstitusional warga negara dalam mengikuti pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kami mengabulkan permohonan dari pemohon,” tegas Ofredy.

Panwaslu meminta KPU untuk membatalkan berita acara nomor 80 tahun 2015 tentang penerimaan pendaftaran paslon Yul-Ham tidak diterima, meminta KPU menerima pendaftaran ulang paslon Yul-Ham, meminta KPU melakukan verifikasi berkas pencalonan terhadapYul-Ham, dan meminta KPU mematuhi atau menjalankan keputusan.

Untuk diketahui, paslon Yul-Ham sebelumnya ditolak/tidak diterima pendaftarannya oleh KPU Kota Gunungsitoli. Kemudian paslon Yul-Ham mengajukan gugatan ke Panwaslu Kota Gunungsitoli.(ih/ss/gs)

Kata kunci terkait:
bawaslu kota gunungsito, Panwaslu kota gunung sitoli

Lihat Juga

Fakultas Teknik UMSU Lakukan Rekrutmen Staff

Medan | suarasumut.com  –  Fakultas Teknik UMSU menjalin kerjasama dengan Incasi Raya Group dan Gunas ...