Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Panitia Lelang ULP Labuhanbatu Diduga Bersekongkol Dengan Perusahaan Tertentu

Panitia Lelang ULP Labuhanbatu Diduga Bersekongkol Dengan Perusahaan Tertentu

Rantauprapat | suarasumut.com   –  Proses lelang yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Labuhanbatu melalui Pokja II Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang beralamat di Jalan Statistik No 1, nampaknya melakukan persekongkolan pada perusahaan tertentu.

Sebab, meski banyak peserta lelang yang memasukkan penawaran terendah anehnya, malah perusahaan yang tinggi nilai penawarannya yang dipanggil oleh pihak panitia lelang.

“Kita menduga ada persekongkolan panitia dengan perusahaan tertentu, dari 23 judul yang akan dilelang sebanyak 11 paket diduga penawar tertinggi yang akan dimenangkan oleh panitia. Untuk itu kami dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pilar Advokasi Rakyat Sumatera Utara meminta kepada penegak hukum khususnya Kejaksaan Negeri Labuhanbatu untuk mengawasi proses lelang tersebut,”kata Beni Sahala Tambunan SH pada suarasumut.com, Senin (10/10) sekitar pukul 13.00 wib.

Menurutnya, jika panitia lelang bernyali untuk memenangkan perusahaan yang diduga bersekongkol, degan tegas diminta pihak Kejaksaan dapat memeriksa kesamaan dokumen teknis seperti metode kerja, bahan, alat, analisis pendekatan teknis, harga satuan atau spesipikasi barang yang ditawarkan.

“Sudah kita kirim suratnya pada pihak Kejaksaan dan ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha ( KPPU) perihal untuk mengawasi proses lelang di Pokja II ULP Labuhanbatu, bahkan ke intsansi yang kita anggap perlu juga kita tembuskan,”bilang Beni.

Sementara Ketua Panitia ULP Labuhanbatu Supriono dihubungi melalui telepon dengan nomor ponsel yang kerap digunakan tidak aktif. Hingga berita ini dikirimkan kemeja Redaksi Ponsel Ketua ULP juga keadaan tak aktif.(Abi)

Lihat Juga

Evaluasi Program, Pemkab Nias Gelar Rakorbang

Nias | suarasumut.com  —  Untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan serta tingkat serapan anggarantahun anggaran ...