Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Panitera PA : Pernikahan Dini Picu Tingginya Angka Perceraian

Panitera PA : Pernikahan Dini Picu Tingginya Angka Perceraian

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Jumlah angka perceraian di Pengadilan Agama (PA) Rantauprapat cukup tinggi, sebahagian besar penyebabnya adalah ketidak keharmonisan dalam rumahtangga, masalah tanggungjawab, gangguan pihak ke-tiga dan masalah ekonomi.

Data yang dihimpun PA Rantauprapat sepanjang Januari 2015 s/d Desember 2015 telah memutuskan sedikitnya 1285 perkara perceraian dan masih dalam proses perceraian 163 perkara.

Selain itu, terdapat sejumlah alasan beragam dimasing-masing daerah yang mendorong terjadinya perceraian dan banyak diajukan oleh wanita dari pada pria dengan status ekonomi menengah ke-bawah, karena pria sebahagian besar tidak bertanggungjawab secara ekonomi.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Labuhanbatu tahun 2015, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan yakni Rp 289.625 per kapita per bulan. Garis kemiskinan ini digunakan sebagai batas untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang.

“Sedikitnya ada 5 s/d 8 putusan perceraian yang disidangkan setiap harinya, atau relatif 80 s/d 120 setiap bulannya” ujar Drs. Syarifuddin, Panitera PA Rantauprapat, Senin (11/1) di kantornya Jalan Sisingamangaraja, Komplek Mesjid Raya, Rantauprapat.

Keseluruhan perkara perceraian, didominasi oleh pasangan pernikahan dini usia (15 tahun s/d 22 tahun) karena tidak mapan secara ekonomi dan latarbelakang suami yang tidak bertanggungjawab.

Dia menjelaskan perceraian masing-masing meliputi di 3 Kabupaten Labuhanbatu Raya (Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, diantaranya dipicu masalah; keharmonisan 447 perkara, gangguan pihak ke-tiga 85 dan masalah ekonomi 79 perkara—sisanya 163 perkara masih dalam tahap proses. Namun demikian, pihak PA Rantauprapat belum dapat merincikan dari Kabupaten yang paling banyak angka perceraiannya.

“Paling banyak perkara perceraian dialami oleh pasangan usia dini, mencapai 30 persen, masalah ini tertinggi dipicu karena masalah ekonomi dan tidak ada rasa tanggungjawab,”kata syarif.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Sosialisasi Seleksi, Pembinaan Calon Anggota Polri, Polres Tapteng MoU Dengan Pemkab

Tapteng | suarasumut.com –  Melahirkan serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi generasi muda Tapanuli ...