Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Pakai Laras Panjang, Dua Nelayan Dihajar Oknum Anggota TNI AL

Pakai Laras Panjang, Dua Nelayan Dihajar Oknum Anggota TNI AL

Kualuhleidong | suarasumut.com  –  Tidak tahu kenapa alasanya, dua orang nelayan Leidong dihajar anggota TNI AL yang bertugas di Desa Simandulang dengan mengunakan senjata laras panjang. Korbannya Heri Susanto (24) dan J Situmorang (36) keduanya merupakan warga Kelurahan Tanjungleidong Kecamatan Kualuhleidong Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Menurut pengakuan Heri Susanto (korban) kepada awak media suarasumut.com supaya kejadian ini diberitakan, Heri Susanto menjelaskannya, Selasa (14/2).

“Kejadianya semalam jam 10 pagi (Senin=red), oknum TNI AL membawa senjata laras panjang yang bertugas di Desa Simandulang. Mereka dengan mengunakan sampan nelayan mendatanggi Boat kami yang sedang mencari ikan di laut Simandulang, begitu oknum TNI AL itu datang dan naik ke Boat (kapal) kami, langsung menanyakan suratBoat sama saya, dan saya bilang tidak ada, akibat itu saya langsung dipukul mengunakan senjata laras panjang,”terangnya.

“Bukan hanya mengunakan sejata saja, saya juga ditampar dan ditendang sebanyak 3 kali, dan sampai dada ku juga dipukul dengan gagang sejata laras panjang, seperti jaman menjajahan Jepang saja kami dibuatnya, kami diperlakukan seperti binatang,”ucap Heri sambil menujukan dadanya yang masih terasa sakit.

Senada dengan dengan keterangan J. Situmorang (36) yang bertugas sebagai tekong yang ikut mengalami penganiayaan oleh oknum TNI AL tersebut. Diakuinya wajahnya sampai memar ditampar dan kepalanya dipukul pakai gagang senjata laras panjang dan tak luput badannya juga mendapat pukulan bertubi tubi.

Tambah J.Situmorang, selain mendapat pukulan dengan menggunakan laras panjang, dia juga mengalami pemukulan mengunakan kayu yang digunakan sebagai tiang Boat, yang ada di Boatnya. “Sampai leher saya tergores dan memar,” jelas J Situmorang sambil menunjukkan bekas pukulan.

Sementara Komandan POS TNI AL KAMLA Simandulang Lanal TBA Asahan Serma P.Damanik, saat dikonfirmasi masalah tindakan anggotanya yang menganiaya dua nelayan Tanjungleidong, kepada suarasumut.com  mengatakan melalui Selulernya bahwa sudah mengetahui informasinya. Namun P Damanik menyarankan supaya menanyakan kepada nelayan kenapa kedua nelayan sampai dipukuli anggotanya.

P Damanik menjelaskan lagi melaui Selulernya, bahwasayanya nelayan itu menangkap ikan dipinggir pantai.(hb/ss-lu)

Kata kunci terkait:
Spi desa si mandulang sumatra utara

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...