Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Pajang Spanduk Awasi Kerja Proyek, Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Ini Dinilai Over Akting

Pajang Spanduk Awasi Kerja Proyek, Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Ini Dinilai Over Akting

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Ada pemandangan aneh dibilangan jalan Jenderal Sudirman Rantauprapat, tepatnya didepan salah satu apotik swasta. Itu pasca seorang anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Kamaluddin Rambe memajangkan spanduk bertuliskan agar mengajak masyarakat melaporkan proyek yang tidak sesuai bestek.

Spanduk yang bertuliskan “Saya Kamaluddin Rambe anggota DPRD Labuhanbatu mengajak masyarakat untuk memantau proyek yang ada di Labuhanbatu harus sesuai bestek, kalau tidak sesuai dengan bestek mari bersama kita laporkan kepada pihak berwajib,”ternyata menimbulkan berbagai komentar.

Seperti halnya yang diungkapkan Indra Buana (53) dan Ardian Syahputra (49) warga Rantauprapat. Selain menimbulkan tandatanya tujuan pemajangan spanduk, juga dinilai ada kepentingan pribadi maupun ketidakmampuan menjalankan tugasnya selaku anggota DPRD. “Mereka kan bisa memanggilnya melalui jalur resmi. Seakan-akan dia menemukan proyek yang tidak sesuai bestek tetapi dirahasiakannya. Jika memang berniat baik, publikasikan agar masyarakat selaku pemanfaat pembangunan tahu,” terang Indra Buana.

Hal senada diutarakan Ardian Syahputra. Selama ini masyarakat tetap menunggu kinerja anggota Legislatif. Jika pun ada tambahnya, paling hanya sebatas menciptakan Perda yang berkaitan dengan kebutuhan para wakil rakyat di gedung dewan itu. “Kalau dia tahu, ya laporkan, kan boleh dilakukanya. Kita khawatir setelah diberitahukan, dipanggil mereka tetapi hasilnya tidak jelas. Kalaupun niatnya mau pencitraan, hendaknya sesuai jalurlah. Inikan bisa merusak citra partainya,” terangnya.

Sejak awal, para anggota dewan sangat berperan menyusun anggaran dan memungkin mengetahui adanya indikasi perbuatan melawan hukum. “Begitupun tidak pernah kita dengar mereka menentangnya dan biasanya diakhir dengan kesepajatan,” sindirnya.

Ungkapan negatif juga dilontarkan sejumlah pengemudi becak bermotor yang mangkal disekitaran kota Rantauprapat. “Ngenai orang itu sajalah. Sudah dikasi data tapi belakangan orang itu juga yang memanfaatkannya,” ejeknya.

Tanggapan lain datang dari pengamat pembangunan bidang Pemantauan/Monitoring Forum Masyarakat Pemerhati Pembangunan (FPP) Labuhanbatu, Kamal Ritonga. Spanduk dapat menimbulkan dua sisi pandangan berbeda.

Jika dipandang positif, itu merupakan sosok wakil rakyat yang idealis dan tidak tergoyahkan dengan “janji manis” sekaitan temuan yang ada. Namun dapat juga ditarik sisi negatifnya, yakni ingin diperhatikan karena akan melakukan pengawasan kesejumlah pengerjaan proyek. “Bisa saja karena idealis atau agar diperhatikan, tergantung sudut pandang. Pengawasan bisa dilakukan hingga dipenghujung penggunaan anggaran. Nah disitu akan diketahui, baru lakukan kinerja sesuai tupoksi, jika salah ya panggil untuk dengar pendapat,”papar Kamal Ritonga.

Sama halnya tanggapan dari Alfi Tanjung mantan anggota DPRD periode silam. Menurutnya, sikap itu merupakan tindakan baik. Namun sebaiknya itu tidak dilakukan dalam media luar ruangan yang akhirnya menimbulkan berbagai persepsi jika dikaitkan dengan tugas pokok dan fungsi. “Kenapa mesti begitu, diakan punya kewenangan sebagai lembaga pengawasan dan tidak masalah jika dilakukannya. Baru kali inilah ada anggota DPRD seperti itu,” ujarnya.

Niat mengajak bersama-sama dengan masyarakat juga dinilai baik. Tetapi jika masyarakat mengetahui kondisi tidak sesuai bestek, maka warga akan melaporkannya dan pelaporan itupun telah dilakukan lembaga sosial kontrol beberapa kali. “Kalau ada kesalahan, ya memang dilaporkan masyarakat. Kalau saya menilai spanduk itu tidak pada tempatnya, mengapalah dia buat begitu. Berlebihan itu, macam ada interes pribadi jadinya,” kata Alfi Tanjung lagi.

Sementara, Kamaluddin Rambe dihubungi wartawan menjelaskan, pemajangan spanduk bertujuan agar pembangunan infrastruktur semakin lebih baik. Sebab, tahun laku dirinya menemukan pengerjaan proyek fisik yang tidak berkualitas. “Biar semakin bagus, jangan seperti tahun lalu ada bangunan halaman Poskesdes didepan rumah saya yang sudah hancur padahal baru sebulan dikerjakan. Cuma itu tujuannya,” akunya. (ab/ss-lb)

Lihat Juga

Kapolres: Preman Jalanan Di Wilkum Labuhanbatu Akan Tembak Ditempat.!

  Rantauprapat | suarasumut.com  –  Sebagai langkah dan upaya untuk terus menjaga Kondusifitas Wilayah hukumnya, ...