Beranda ›› Headline ›› PAD 2016 Menurun, DPRD Tapteng Akan Memanggil Dinas Terkait

PAD 2016 Menurun, DPRD Tapteng Akan Memanggil Dinas Terkait

Tapteng | suarasumut.com  –  Memasuki tahun baru 2017, grafik pencapaian target PAD (Pendapatan Asli Daerah) kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dalam tahun 2016 banyak yang terbuang. Penyebabnya, banyak instansi terkait tidak mengambil retribusi daerah. Hal itu diungkapkan Pimpinan DPRD Tapteng Plt Ketua DPRD Tapteng Darma Bhakti, SE dan Wakil Ketua DPRD Tapteng Awaluddin Rao ST, di kantor DPRD Tapteng, Pandan Rabu (4/1/2017).

“PAD dalam tahun ini banyak yang terbuang, banyak yang tidak kita ambil, seharusnya itu dapat, dalam tahun 2016 itu belum maksimal. Saya yakin nanti akan bisa mencapai dua kali lipat dari yang sekarang, kalau memang ada niat kontrol dari Dinas terkait,” jelas Plt Ketua DPRD Tapteng Darma Bhakti Marbun, SE ke media.

Darma mengatakan, seharusnya PAD yang dihasilkan di Tapteng berasal dari bahan galian C, ditambah lagi pajak yang ada di Tapteng ini masih kurang maksimal dikarenakan banyaknya dilihat tidak sesuai penagihan tentang pendapatan daerah.

“Tapi itu nanti akan menjadi pelajaran bagi kami. Kami juga akan memanggil instansi bersangkutan untuk mendapatkan sesuai dengan harapan kita, minimal untuk mendekatinya, itulah yang dominan,”ungkap Darma.

Disinggung lagi tentang masalah galian C, Darma Bhakti mengungkapkan, dari galian itu dapat diperoleh dari satu kotamadya, yang sumbernya merupakan dari Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). “Saya Kira harus kita dapatkan pendapatan itu dua kali lipat dari sebelumnya,”sebutnya.

Dikatakannya, memang galian C bukan lagi daerah yang menangani administrasi tetapi keberadaan retribusi tetap ada di daerah,” soal izin-izin itu pengurusan administrasi ada di provinsi tetapi retribusi tetap pada daerah,”ujar Darma.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Tapteng Awaluddin Rao ST menambahkan, PAD itu berbagai macam bidangnya baik pembagian hasil usaha seperti Bank serta beberapa saham lainnya. “Bertambah banyak saham tentu bertambah banyak yang akan didapat, ada juga pendapatan seperti potensi pasar dan galian C bisa menghasilkan retribusi dan kontribusi,”ucap Rao.

Rao mengungkapkan, grafik PAD di Tapteng di tahun 2016 menurun, itu disebabkan kurang maksimalnya proses menagih hasil potensi daerah salah satunya contohnya dari dinas pertambangan yang kita tulis dalam APBD ada sekitar Rp 1,2 Miliar ternyata cuman yang dicapai ada sekitar 6 ratus jutaan.

“Itu nanti yang perlu kita anjurkan. Nanti akan kita perdayakan bagaimana mereka bisa, baik para para dinas ini masing-masing agar bisa berkordinasi untuk menarik PAD semaksimal mungkin, lalu kemudian dicari lagi bidang lain yang bisa menghasilkan PAD di daerah ini,”tandas Awaluddin menambahkan. (ph/ss-tt)

Lihat Juga

Korban Longsor Di Nias Selatan Kembali Ditemukan

Nias Selatan | suarasumut.com  –  Satu korban longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.