Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Pabrik Lilin Terbakar, Satu Kritis Di Kota Gunungsitoli

Pabrik Lilin Terbakar, Satu Kritis Di Kota Gunungsitoli

Gunungsitoli | suarasumut.com — Sebuah bangunan ruko tempat pembuatan dan penjualan lilin milik ST.Clara Kota Gunungsitoli terbakar, Kamis (17/12) pukul 19.10 wib. Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian oleh mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Gunungsitoli dibantu mobil pemadam kebakaran pemerintah Kabupaten Nias.

Akibat kebakaran tersebut, belum diketahui jumlah kerugian yang dialami, namun salah seorang karyawan pabrik pembuatan dan penjualan lilin milik ST.Clara kritis akibat mengalami luka bakar disekujur tubuhnya.

Salah seorang warga yang ditemui wartawan di lokasi kebakaran, Jalan Nilam, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli memberitahu, api mulai membesar pukul 19.10 wib. Namun, hingga saat ini asal api belum diketahui.

Dia juga memberitahu, salah seorang karyawan ikut terbakar dan kini sedang mendapat perawatan di klinik Tabita yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Roni salah seorang Bruder yang tinggal di komplek ST.Clara, kepada wartawan memberitahu jika korban terbakar adalah Hengki Dawolo (19). Hengki adalah karyawan pabrik pembuatan lilin milik ST.Clara.

Saat terjadi kebakaran, menurut Roni, Hengki dan karyawan lainnya sudah tidak berada di dalam pabrik, karena sudah jam istirahat dan makan. Namun, tiba tiba Hengki menerobos masuk ke dalam pabrik yang terbakar untuk mengambil sesuatu, sehingga dia mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

“Hengki saat ini sedang mendapat pertolongan pertama di Klinik Tabita, dan setelah itu akan kita bawa ke Rumah Sakit Umum Gunungsitoli karena keadaannya kritis. Untuk saat ini, kita belum tahu asal api dan kerugian yang dialami,” tutur Roni.

Diman salah seorang petugas pemadam yang ditemui wartawan di lokasi kebakaran memberitahu, Pemkot Gunungsitoli memiliki tiga unit mobil pemadam kebakaran, tetapi yang satu unit telah dibawa ke Nias Selatan, sehingga yang diturunkan untuk memadamkan api hanya ada dua unit.

“Kita memiliki mobil pemadam tiga unit, tetapi satu unit telah dibawa ke Nias Selatan untuk membantu personil keamanan dalam mengantisipasi kericuhan akibat Pilkada. Mobil pemadam kebakaran yang kita turunkan dua unit ditambah satu unit mobil tangki,” ucap Diman sambil berlalu.

Sesuai pantauan wartawan, mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Gunungsitoli dibantu satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Nias akhirnya dapat menjinakkan api pukul 21.00 wib. (ih/ss/gs)

Kata kunci terkait:
pabrik lilin

Lihat Juga

Labuhanbatu Kembali Raih Prestasi Dibidang Lingkungan Hidup

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu setelah menerima Penghargaan terbaik I Tingkat Provinsi Sumatera ...