Beranda ›› Headline ›› OTK Rusak Bangunan Gereja GBI Di Nias

OTK Rusak Bangunan Gereja GBI Di Nias

Nias | suarasumut.com  –  Bangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Tiberias Lolofaoso, Desa Lolofaoso, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, Sumatera Utara dirusak orang tak dikenal.

Kasus pengrusakan pondasi gereja GBI Jemaat Tiberias Lolofaoso kini telah ditangani Polisi Resor Nias.

Pendeta muda Nasoaro Waruwu, MpdK yang ditemui di Mapolres Nias, Kamis, mengaku baru tahu jika pondasi Gereja GBI Jemaat Tiberias Lolofaoso yang dipimpinnya telah dirusak OTK, Senin.

Dia diberitahu oleh jemaat Helpianus Gulo melalui telepon seluler, tetapi jemaat tersebut tidak tahu siapa pelakunya.

“Kita baru saja melaporkan kasus ini ke Polres Nias, dan kita ucapkan terima kasih kepada Kapolres Nias yang telah menerima laporan kita melalui anggotanya,”ucap Nasoaro.

Nasoaro berharap Polisi bisa mengungkap pelaku pengrusakan, supaya jemaatnya bisa tenang menjalankan ibadah.

“Selama ini ada oknum yang keberatan kita bangun Gereja GBI di desa Lolofaoso, bahkan oknum mengancam merusak bangunan gereja jika tetap dibangun,”jelasnya.

Kapolres Nias AKBP. Deni Kurniawan, S.Ik, MH melalui Ps Paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, Jum, at, mengakui jika laporan pendeta Nasoaro Waruwu, M. PdK telah diterima.

Kasus tersebut akan ditindaklanjuti, dan dia meminta jemaat GBI Lolofaoso menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum menyelidiki kasus tersebut.(ih/ss-ni)

Lihat Juga

Pemkab Nias Rubah Perda Pajak

Nias | suarasumut.com  –  Optimalkan pemungutan pajak di Kabupaten Nias, Pemerintah Kabupaten Nias melakukan perubahan …

Satu Komentar

  1. Pdt. David K.Hia

    Menurut laporan Pdm.Naso’aro Waruwu, M.Pd dalam rapat BPD GBI Kepulauan Nias di kantor BPD GBI di Gunungsitoli Jumat, 29 Juni 2018 (sebelum kejadian perusakan terjadi), menyebutkan bahwa bangunan yang sedang di bangun tersebut hanyalah bangunan sekretariat dan rumah penginapan bagi hamba-hamba Tuhan, sementara jemaat mencari pertapakan yg permanen di luar dusun 2 di mana jemaat domisili dan beribadah di rumah bapak Ama Feri untuk saat ini.
    Memang ada hambaTuhan pelayan Gereja Bethel Indonesia yg mengkomplain pendirian tempat ibadah di dusun tersebut karena memang bertentangan dengan PERDA GBI Kep.Nias yakni tidak halal mendirikan dua gereja di wilayah dusun /desa yg sama.
    Membaca judul berita ini, kami terpanggil dan berkewajiban mengomentari untuk meluruskan info ini agar pihak siapun yg berkepentingan dapat memahami situasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.