Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Ormas Islam Dan Tokoh Masyarakat Minta Panti Pijat “GREEN SPA” Ditutup

Ormas Islam Dan Tokoh Masyarakat Minta Panti Pijat “GREEN SPA” Ditutup

Rantauprapat, suarasumut.com   –  Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu telah menghimbau agar panti pijat “Green SPA” yang terletak di jalan Ahmad Yani Rantauprapat agar ditutup. Kini, Sejumlah Organisasi Islam di Labuhanbatu seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Tokoh Masyarakat di Labuhanbatu juga turut meminta agar panti pijat “GS” yang terletak di jalan Ahmad Yani Rantauprapat agar segera ditutup. Pasalnya, Panti Pijat Yang disinyalir dijadikan tempat kusuk enak itu masih saja beroperasi meski sudah berulang kali diberitakan media.

“Kok masih beroperasi ya gren spa itu. Padahal, sudah berulang kali di beritakan media. Bahkan, MUI saja sudah meminta agar menutup spa itu, tapi pemerintah dan penegak hukum masih diam saja. Ada apa?,” kata Sekretaris FPI Labuhanbatu M.Ridwan kepada wartawan, Minggu (20/9).

Menurutnya, kinerja pemerintah dan aparat penegak hukum di Labuhanbatu dinilai masih lemah dalam memberantas narkoba dan tempat prostitusi. Sebab, banyaknya peredaran narkoba beredar dan maraknya tempat prostitusi terselubung di labuhanbatu merupakan bukti nyata bahwa kinerja pemerintah dan penegak hukum lemah.

“Jika pemerintah dan penegak hukum tidak bisa menutup tempat prostitusi di labuhanbatu ini, rubah saja slogan kita yakni Ika bina enpabolo menjadi labuhanbatu merkas tempat prostitusi. Percuma ada pemerintah dan penegak hukum di labuhanbatu ini, jika tidak mampu menutup tempat prostitusi itu,” ujarnya.

Ridwan menambahkan, Pihaknya bersama seluruh ormas islam se-Kabupaten Labuhanbatu berencana akan melakukan desakan ke pemerintah dan pihak kepolisian jika panti pijat “GS” tersebut tidak segera ditutup.

“Jangan salah kan kami ormas islam dan masyarakat labuhanbatu bertindak, jika Pemerintah dan Aparat penegak hukum tidak menutup panti pijat Green SPA itu,” terangnya.

Hal serupa juga dikatakan salah satu tokoh masyarakat di labuhanbatu Abdul Gani Hutabarat. Menurutnya, dengan dibiarkannya panti pijat “GS” beroperasi menguatkan dugaan masyarakat labuhanbatu bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum dicurigai telah main mata dengan pemilik Panti Pijat “GS” itu.

“Dengan dibiarkan Panti pijat “GS” itu beroperasi sampai hari ini, patut dicurigai jika Pemerintah dan Aparat penegak hukum telah mersubahat dengan pemilik SPA itu. Nah, jangan salah kan masyarakat labuhanbatu ini marah jika permintaan kami ini tidak tidak ditanggapi,” katanya.

Untuk diketehui, sebelumnya MUI labuhanbatu telah melakukan himbauan kepada pemerintah dan penegak hukum agar segera menutup panti pijat “GS”. Namun, himbauan tersebut tidak dihiraukan oleh pemerintah dan penegak hukum.

Anehnya, Kasat Intel Polres Labuhanbatu AKP Cipto Samosir ketika dikonfirmasi wartawan mengaku jika panti Pijat “GS” tidak mengantongi izin keramaian. Bahkan, Cipto berdalih jika Izin keramaian tersebut tidak begitu penting.

Sementara itu, BD salah satu pengunjung yang sudah pernah berulang kali masuk ke panti pijat “GS” mengaku tarif untuk masuk kedalam Panti pijat itu kisaran mulai harga Rp.300 ribu hingga Rp.400 ribuan.

“Kalau pijat disitu, pengunjung disuruh tidak mengenakan busana. Setelah itu, pelayan tersebut menawarkan pilihan kepada pengunjung, untuk tarif onani dikenakan biaya tambahan Rp.100 ribu, sedangkan untuk dikulum tarif tambahannya Rp.300 ribu, sedangkan untuk di kulum ditambah remas payudara dikenakan tambahan Rp.450 ribu,” ungkapnya.

Setelah selesai dipijat “plus-plus” lanjut BD, Pelayan tersebut pun langsung memandikan pengunjung tanpa busana. “Siap dipijat kita dimandikan pelayan itu. Setelah itu, kita bayarlah dikasir,”terang BD.(ab/ss/rp)

Kata kunci terkait:
alamat pijat plus di kisaran, spa plus di tebing tinggi, spa di kisaran, pijat plus tebing tinggi, pijat plus2 di pematang siantar, a hutabarat rantau prapat, spa tebing tinggi, spa kisaran, spa di kota kisaran, pijat plus kisaran

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...