Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Operasi Ramadniya 2016, Personil Harus Hindari Sikap Arogansi

Operasi Ramadniya 2016, Personil Harus Hindari Sikap Arogansi

Gunungsitoli | suarasumut.com – Dalam pelaksanaan Operasi Ramadniya 2016, ada beberapa hal yang harus dipedomani dan dilaksanakan personil pengamanan dilapangan. Salah satunya adalah melaksanakan tugas dengan penuh rasa ketulusan dan keikhlasan, serta semangat pengabdian terbaik melalui tampilan sikap yang humanis dan menghindari sikap arogansi dan kesewenang wenangan.

Hal tersebut ditegaskan Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, MH ketika membaca amanat Kapolri pada upacara gelar pasukan Ramadniya 2016 di lapangan Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Kamis (30/6).

Selain itu, personil pengamanan harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiap siagaan diri maupun satuan dalam melaksanakan tugas, sehingga mampu merespon secara cepat dan tepat setiap bentuk gangguan Kamtibmas yang terjadi. Menyiapkan serta memelihara kondisi fisiki dan mental agar senantiasa dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Mempersiapkan dengan baik seluruh peralatan sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan operasi. Membuat penggelaran personil mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya, baik ditempat ibadah, tempat tinggal, jalur lalu lintas, lokasi wisata, maupun tempat tempat lainnya yang merupakan Police Hazard.

Melakukan tindakan proaktif dan antisipatif dengan melibatkan semua fungsi kepolisian serta stakeholder terkait menghadapi ancaman aksi teror, sabotase dan kejahatan berkadar ancaman tinggi. Mencegah kegiatan sweeping yang dilakukan ormas ormas yang tidak berwenang.

Mengedepankan kerjasama yang sinergi dan harmonis dengan seluruh instansi terkait, serta segenap elemen masyarakat dalam rangka memberikan pelayanan terbaik.

Beberapa target yang harus dicapai dalam Operasi Ramadniya 2016 adalah terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan kegiatan perayaan Hari raya Idul Fitri 1437 Hijriyah.

Terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat yang berpergian menggunakan beragam moda transportasi. Terjaminnya keamanan dan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok dan BBM.

Terwujudnya keamanan dalam aktivitas embarkasi dan debarkasi di pelabuhan atau terminal darat, laut maupun udara. Terbangunnya kesiapsiagaan sistem tanggap darurat melalui koordinasi sinergisitas lintas sektoral dan segenap komponen masyarakat dalam menghadapi situasi darurat yang datang secara tiba tiba.

Termonitornya dan terdatanya semua kejadian dengan tepat dan akurat, sehingga dapat dijadikan bahan dalam pelaksanaan analisa dan evaluasi demi perbaikan maupun penyempurnaan perencanaan serta pelaksanaan operasi yang akan datang.

Tidak lupa Kapolres Nias memberitahu, Operasi Ramadniya tahun 2016 dilaksanakan selama 16 hari, mulai tanggal 30 Juni sampai 30 Juli 2016. Operasi Ramadniya pada tahun sebelumnya dikenal sebagai Operasi Ketupat dan namanya diganti menjadi Operasi Ramadniya..

Sesuai pantauan pada upacara gelar pasukan Operasi Ramadniya 2016 di Mapolres Nias, Dandim 0213/Nias Letkaol.Int.Luhut B Sidabariba, Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Nelson Angkat, SH, MH, Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH, MH dan Sekda Kota Gunungsitoli Drs.Edison Ziliwu terlihat hadir.(sw/ss-gs)

Lihat Juga

Kapolres : Anggota Polres Labuhanbatu Yang Beck-Up Judi Lapor Ke- Saya

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Polres Labuhanbatu terus gencar memburu pelaku perjudian diwilayah hukumnya. Terbukti dengan ...