Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Oknum Polisi Lecehkan Wartawati Saat Liput Razia Penangkapan Pemakai Narkoba

Oknum Polisi Lecehkan Wartawati Saat Liput Razia Penangkapan Pemakai Narkoba

Jambi, suarasumut.com – Sebagai seorang Jurnalis bertugas untuk mencari dan menggali informasi untuk dipublikasikan selalu ada hambatan. Contoh soal peristiwa yang terjadi sewaktu meliput tim gabungan operasi dalam merazia penyalahgunaan Narkoba di Jambi belum lama ini.

Hal ini dialami Rani, wartawati Jambi Independent dimana merasa diperlakukan tidak sepatutnya oleh oknum polisi saat melakukan liputan diruang publik. Wartawati ini yang bertugas di yang tergabung dalam group .

Diceritakannya, saat polisi melakukan penggerebekan kasus narkoba di Jalan Guru Muktar 2 , Thehok, Jambi Selatan, Selasa (11/8) sekitar pukul 14.45, tiba-tiba saja Hp Samsung Note 3 miliknya dirampas polisi, dengan alasan telah mengambil foto dilokasi kejadian. Rani juga dibawa paksa oleh polisi.

“Sudah dilarang ambil foto kenapa malah memfoto. Ambil Hp-nya dan bawa ke sini orangnya,”teriak salah seorang polisi kepada rekan polisi lainnya, seperti yang ditirukan Rani.

Seorang Polwan pun langsung mengambil hp milik Rani

Menurut Rani saat itu dirinya sempat menolak dibawa polisi dan juga menolak untuk menghapus foto dokumentasi yang diambilnya. Tapi karena dibentak dan merasa diintimidasi akhirnya Rani menghapus foto tersebut. “Hp saya diambil seorang Polwan, dan saya disuruh naik ke mobil milik pihak polisi, sedangkan kendaraan saya dibawa oleh petugas polisi lainnya,” ujar Rani.

Di perjalanan pun Rani merasa diperlakukan tidak semestinya. Dengan nada tinggi Polwan tersebut beberapa kali membentak. “Saya sempat mengatakan jangan kasar, tapi Polwan itu tetap saja membentak menyuruh saya diam. Bahkan dia pun sempat mau merampas Hp saya yang satu lagi, tapi saya tidak kasih dan terjadi tarik menarik. Saat itu juga saya langsung menghubungi Pemred Jambi Independent via SMS,” ujar Rani.

Dari Jalan Guru Muchtar, Rani beserta beberapa mobil polisi yang membawa tersangka narkoba berjalan melewati Jalan Sudirman Thehok dan terus ke Jalan Sulanjana (KONI Bawah). Akhirnya karena tidak tahu mau dibawa kemana, Rani pun bertanya kepada Polisi hendak dibawa kemana dirinya.

“Kita akan ke RS Polisi,” jelas seorang polisi yang duduk disebelah kiri Rani.

Tapi sebelum sampai di RS Polisi, mobil berhenti di belakang Kantor Golkar. Beberapa orang dalam keadaan diborgol diturunkan dan dibawa pergi oleh beberapa orang polisi.(ik/ss/jb)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.