Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› OKNUM POLISI AROGAN, DI NILAI CORENG CITRA KEPOLISIAN

OKNUM POLISI AROGAN, DI NILAI CORENG CITRA KEPOLISIAN

Tanjung Leidong, suarasumut.com – Polisi seharusnya pelindung dan pengayom, bukan menakuti masyarakat. Kenapa di zaman sekarang ini masih ada lagi sosok oknum polisi yang arogan dengan suara besar menghardik para kuli tinta di saat menjalankan tugas jurnalistiknya .Padahal polisi di tuntut harus santun dan propesional dalam melayani masyarakat karena insan pers juga bagian dari masyarakat sekaligus mitra kerjanya.

Arogansi yang di tunjukan oleh oknum polisi yang berpangkat Aiptu A.M.R, ketika salah satu rekan wartawan memasuki kantor Mapolsek Kualuh Hilir dengan niat untuk meliput kasus tabrakan antara mobil Avanza dengan Mobil Dump truk . Entah hal apa yang merasuki oknum polisi yang berpangkat aiptu ini dia mengatakan “ngapain kau kemari, kalau gak ada kepentingan keluar saja dan enggak ada informasi di sini,” dengan nada kasar dan suara lantang sang oknum mengusir rekan wartawan.

“ Ini merupakan pelanggaran dengan menghalang halangi tugas wartawan untuk mencari informasi, jelas telah melanggar UU Pers No 40 Tahun 1999,”ungkap Hasan basri wartawan harian terbitan medan pada pewarta suarasumut.com, sabtu (05/04 ).

Masih keterangan Hasan basri kembali “saya datang ke Kantor Mapolsek bukan untuk main-main, padahal dengan tegas di jelaskan dalam UU Pers bahwa Pers adalah lembaga sosial kontrol dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi, mencari, memperoleh , memiliki, menyimpan ,mengolah dan menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan dan gambar. Terkait persoalan ini saya harap kepada Kapolres LabuhanBatu agar segera memanggil oknum polisi yang di nilai telah mencoreng citra kepolisian agar di tindak tegas agar menjadi contoh kedepannya bagi yang lain,”tutup hasan basri.

Sementara Seketaris LSM PIPMI Kualuh Leidong Abu Sofyan mengatakan “Apa yang dilakukan oleh oknum anggota Polsek Kualuh Hilir telah menodai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Khususnya Pasal 4 ayat (2) dan (3), yang menyebutkan bahwa pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Dalam menjalankan tugas, wartawan atau pers dilindungi undang-undang. Jadi apa yang telah dilakukan itu bisa dianggap pelanggaran terhadap undang-undang, dan bisa dipolisikan. Karena setiap orang yang menghambat atau menghalang-halangi tugas jurnalis, sebagaimana diatur dalam pasal 18 ayat (1) dipidana penjara dua (2) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta,”ungkap Abu sebut pria yang akrabnya di sapa Pak Pian.
Kapolres LabuhanBatu AKBP Fauzi Dalimunthe saat dikonfirmasi melalui hp dengan SMS, Kapolres membalas yang isi SMS nya “Baik, kirimkan identitasnya dan apa permasalahannya akan saya cek ” kata Kapolres melalui pesan singkat. (ah/ss/kl )

Kata kunci terkait:
artikel populer coreng polisi

Lihat Juga

Fakultas Teknik UMSU Lakukan Rekrutmen Staff

Medan | suarasumut.com  –  Fakultas Teknik UMSU menjalin kerjasama dengan Incasi Raya Group dan Gunas ...