Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Oknum Guru SD Cabuli 24 Muridnya Disidangkan Di PN Rantauprapat

Oknum Guru SD Cabuli 24 Muridnya Disidangkan Di PN Rantauprapat

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Sidang perkara oknum guru SD cabuli 24 muridnya digelar di Pengadilan Negeri Rantauprapat, Senin (15/8). Sidang tertutup untuk umum itu di Ketuai Majelis Hakim Sugeng Sudrajat dan JPU Lusiana dengan agenda mendengarkan keterangan saksi korban.

Sebelum sidang dimulai, Sekretaris KPAID Labura Muhammad Ramdhan SH selaku pendamping korban menjelaskan bahwa terdakwa Irsad Kamil Dalimunthe alias Irsad (47) warga Kelurahan Kotabatu Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara merupakan salah satu guru olahraga yang mengajar di salah satu SD di Desa Aektapa Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Kata Ramadhan, aksi bejat oknum guru tersebut terungkap pada bulan Februari 2016 yang lalu. Saat itu salah satu siswa mengadukan kepada orang tuanya bahwa oknum guru tersebut melakukan perbuatan cabul terhadap korban.

Pengakuan korban, mereka dicabuli saat melaksankan kegiatan olahraga di sekolah. Ada yang diruang kelas, ada juga yang diluar ruang kelas. Dan perbuatan itu dilakukan pelaku secara berulang ulang.

Setelah korban melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya, jelas Ramadhan, orang tua korban langsung mendatangi pihak sekolah. Namun, pihak sekolah mengabaikan persoalan tersebut. Hingga orang tua korban melaporkan peristiwa itu kepada KPAID Kabupaten Labuhanbatu Utara.

“Begitu orang tua korban melapor kepada kita. Saat itu juga kita langsung melaporkan hal ini kepada Kepala Desa setempat dan melakukan pendampingan pelaporan ke Unit PPA Polres Labuhanbatu,”terangnya.

Setelah beredar kabar bahwa orang tua korban mengadukan kejadian itu ke kantor polisi, akhirnya sejumlah orang tua korban lainnya juga turut bersama-sama melaporkan peristiwa itu ke kantor Polisi.

“Setelah kita dampingi buat laporan kepolisian, sejumlah orang tua murid lainnya membuat laporan ke kita. Ternyata setelah didata, ada 24 orang korbannya. Dimana usia korban mulai usia 9 tahun hingga 11 tahun atau duduk di kelas dua hingga kelas empat SD,”ujar Rahmadhan.

Agar menimbulkan efek Jera, Ramdhan berharap kepada JPU dan Hakim yang menyidangkan perkara tersebut agar menuntut dan menghukum terdakwa seberat-beratnya karena perbuatan terdakwa dinilai merusak moral anak bangsa.

Sementara itu, JPU Lusiana mengatakan bahwa terdakwa didakwa melanggar Pasal 82 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Dimana Pasal 82 UU Perlindungan Anak 2014 ayat (1) setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Ayat (2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1.(ab/ss-rp)

Kata kunci terkait:
oknum guru sdit labuhanbatu

Lihat Juga

Evaluasi Program, Pemkab Nias Gelar Rakorbang

Nias | suarasumut.com  —  Untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan serta tingkat serapan anggarantahun anggaran ...