Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Muzakaroh II MUI, Walikota : Mari Kita Hati-hati Dengan Aliran Sesat

Muzakaroh II MUI, Walikota : Mari Kita Hati-hati Dengan Aliran Sesat

Tebingtinggi | suarasumut.com  –  Dalam keadaan sekarang bukan hanya ada aliran sesat di bumi Pancasila ini tetapi umat pun ada yang sesat, dan jika hal ini dibiarkan terus bisa mengancam kedaulatan bangsa ini yang didirikan para pendahulu dengan perjuangan, tumpah darah dan nyawa.

Hal ini disampaikan Walikota Tebingtinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan pada Muzakaroh ke II MUI Tebingtinggi di Mesjid An Namirah Jalan Gunung Lauser. Acara ini mendatangkan nara sumber Drs.H.Sukon Saragih.M.Ag dari UIN Medan pada hari Sabtu (27/2). Juga terlihat dihadiri Ketua MUI Kota Tebingtinggi H.A.Dahlil Harahap, H.Nizar Rangkuti, Danramil 13 Kapten Inf.Solehan dan para tokoh agama, ormas Islam se Tebingtinggi.

Dalam sambutannya Walikota menyampaikan, melalui ajaran aliran yang sesat itulah akhirnya melahirkan kader-kader yang sesat pula, dan muncullah sikap radikalisme dan menganggap dirinya yang paling benar, dan orang lain senantiasa salah, apalagi terhadap Pemerintah.

“Islam tidak pernah mengajarkan sikap radikalisme, dalam menyampaikan sesuatu, Islam mengajarkan dengan sopan santun, beretika dan penuh sikap penuh toleran kepada siapapun,”ujarnya.

Walikota menghimbau kiranya jangan buru-buru menyatakan sesat. “Kita harus tahu dahulu sesatnya dimana dan untuk mengetahuinya secara jelas dan pasti ada lembaga MUI yang akan mengkajinya secara mendalam, nantinya akan disampaikan kepada umat dan dapat dipertanggungjawabkan,”sampainya.

Untuk itu pula, H.Umar Zunaidi Hasibuan berharap kepada orang tua agar mendidik anak-anaknya mengenal agama sejak dari dini utamanya membaca Al-Quran,agar kelak tidak gampang terpengaruh dengan ajaran yang sesat. “Kita berharap generasi yang ditinggalkan dimasa datang lebih tangguh, kuat dan cerdas,”ujarnya.

Sementara Drs.H.Sukon Saragih,M.Ag dalam ceramahnya antara lain mengatakan forum Muzakarah sangatlah tepat untuk menangkal berkembangnya aliran sesat ditanah air.

“Kemajuan teknologi informasi dan kebebasan berpendapat memuluskan cepatnya faham sesat berkembang yang disampaikan para tokohnya merekrut orang-orang untuk bergabung dengan mereka,”ujarnya.

Dikatakannya lemahnya pemahaman agama dan tekanan ekonomi menjadi faktor utama terjerumusnya banyak orang ke aliran ini, diantaranya Gafatar, Amanat Keagungan Ilahi, Mukmin Muballigh, Ahmadiyah, Inkrassunnah, Salamuliah, Syiah dan lain-lain.

Ulama-ulama palsu banyak tumbuh subur dimana-mana, ceramahnya dikemas lelucon, lawak dan guyon, ajaran agama berubah jadi tontonan bukan tuntunan yang semuanya hanya sekedar mencari popularitas.

Bukan saja nabi palsu yang berbahaya, ulama-ulama palsu lebih berbahaya lagi, dalam tausyiahnya selalu menyampaikan hadis palsu. “Akibatnya umat Islam tidak Istiqomah, menjadi malas, santai, mudah, lemas, loyo dan lumpuh,”ujarnya.

Untuk mencegahnya, H.Sukron mengatakan, ada beberapa langkah diantaranya ulama secara insentif melakukan pertemuan, dialog, diskusi, muzakaroh guna membangun kekompakan, bersatu berjuang membina, menuntun, melindungi, mendidik umat.

Menanamkan pendidikan tauhid yang benar, menggalakan upaya salam (Asmahul Husnah),membiasakan shalat ke Mesjid atau Musholla, mengingat Allah dengan mengingat mati, sholat subuh di Masjid, membaca Al-Quran di rumah, anak remaja, mahasiswa membiasakan diri membayar zakat fitra sendiri meskipun membeli beras dari biaya orang tua.(at/ss-tt)

Kata kunci terkait:
aliran sesat di labuhanbatu, Dowload lagu asmahul husnah, dowload lagu batak, muzakaroh mui 2016

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...