Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Mutasi Dikonfirmasi, Ketua PN Rantauprapat Mencak-Mencak

Mutasi Dikonfirmasi, Ketua PN Rantauprapat Mencak-Mencak

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Merebaknya informasi pemutasian Tumpal Sagala SH selaku Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat ke PN Binjai Sumatera Utara, disambut antusias oleh berbagai elemen masyarakat. Hal berbeda malah ditunjukan Tumpal Sagala saat dirinya dikonfirmasi sejumlah wartawan di kantornya.

Ketua PN Rantauprapat itu menunjukan sikap kegerahan dan mencak-mencak memainkan perasaannya yang kemungkinan sedang galau atas pemutasiannya sebagai Wakil Ketua PN Binjai. Tumpal Sagala yang selama ini dikenal sangat tidak bersahabat dengan Jurnalis itu ogah memberikan komentarnya saat dikonfirmasi. “Ndak, ndak, ndaklah…. Khusus untuk kamu nggaklah…,” kata Tumpal Sagala yang baru keluar dari ruangan kerjanya dilantai 2.

Tumpal Sagala sedikitpun tidak menghentikan langkahnya menuju mobil dinasnya yang sedang parkir di pintu masuk kantor PN Rantauprapat, sekalipun 4 awak media mengikuti langkah kakinya untuk mendapatkankomentarnya.

Tak pelak, sikap Ketua PN Rantauprapat yang dimutasi sebagai Wakil Ketua di PN Binjai itu menunjukan dirinya bukanlah sebagai sosok pejabat public. “Itu sebagai bukti pak Tumpal Sagala bukanlah sosok pejabat public yang layak untuk memimpin PN Rantauprapat. Kalau memang kinerja baik, apa sulitnya melayani konfirmasi wartawan,” kata Andi Khoirul Harahap, Ketua Investigasi Aliansi Penyelamatan Indonesia (API) Sumut saat dimintai tanggapannya.

Menurut Andi Khoirul Harahap, sesuai laporan dugaan pelanggaran kode etik yang telah dilayangkannya kepada Komisi Yudisial, Mahkamah Agung, Ombudsman, Komnas HAM, Menkum HAM, dan Presiden RI, Tumpal Sagala tidak menunjukan contoh yang baik bagi hakim-hakim di PN Rantauprapat.

Ia juga menyebutkan, Ketua PN selaku Ketua Majelis saat bertelephone ria saat bersidang merupakan bentuk pencideraan terhadap visi Mahkamah Agung, yakni Mewujudkan Peradilan yang Agung. Sebab, bertelephone ria saat bersidang merupakan bentuk pelanggaran hak terdakwa yang wajib dianggap tidak bersalah sepanjang belum adanya putusan inkrah.

“Ketertiban perisidangan tanggungjawabnya yang diatur oleh KUHAP, namun itupun dilanggar. Pak Tumpal Sagala mempertontonkan ketidakpatuhannya terhadap hukum di depan terdakwa yang dituduh melanggar hukum, logikanya dimana,” sebut Andi Khoirul Harahap sembari menyebutkan perumpamaan “Maling Teriak Maling”.

Lebih lanjut, Andi menyebutkan, jika Ketua PN Rantauprapat tidak menghormati persidangan yang dipimpinnya, tentunya kwalitas hakim-hakim dalam pengawasan yang melekat pada jabatanya juga dinilai masyarakat.

Hal tersebut tercermin atas putusan perkara terdakwa sabu 30 gram divonis hanya 1 tahun penjara. “Kalau pimpinan dinilai bobrok, maka anggota dismpulkan juga bobrok. Lihat saja, masa terdakwa pemilikn sabu 30 gram divonis 1 tahun karena Hakim Armansyah Siregar dan Mince S Ginting meyakini barang bukti bukan milik terdakwa tanpa menghadirkan saksi,” ucap Ketua Investgasi API Sumut itu mengakhiri.

Sekedar untuk diketahui, Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung telah mengumumkan hasil rapat Tim Promosi Mutasi Hakim tertanggal 21 Oktober 2015 lalu. Tumpal Sagala selaku Ketua PN Rantauprapat dimutasikan sebagai Wakil Ketua PN Binjai dan digantikan oleh Ketua PN Kayu Agung Sumatera Selatan, Dominggus Silaban SH MH. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Potensi Pasar Kentang Goreng Indonesia, Belgia Lirik Indonesia Sebagai Pasar Ekspor Utama Di Asia Tenggara

Jakarta | suarasumut.com – Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun ...