Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Modus Pelatihan Sertifikasi, UPTD Bilah Hulu “Paksa” Guru Bayar Rp 550 Ribu?

Modus Pelatihan Sertifikasi, UPTD Bilah Hulu “Paksa” Guru Bayar Rp 550 Ribu?

Rantauprapat, suarasumut.com – Unit Pelaksana Tehnik Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Bilah Hulu diduga
paksa sejumlah guru untuk membayar uang pelatihan sertifikasi sebesar Rp 550 ribu perguru.Terungkapnya hal itu, salah seorang guru yang bertugas didaerah itu menyebutkan kalau oknum UPTD yaitu Sari Gunung Sitinjak diduga telah memaksa sejumlah guru untuk pelatihan sertipikasi yang berlangsung dipermata Land selama dua hari itu.

“Ia pak kami diminta per guru sebesar Rp.550 ribu. Yang kegiatannya berlangsung di Hotel Permata Land dari tanggal 3 sampai 4, alasan uang itu digunakan untuk biaya pelatihan sertifikasi guru.Kalau kita tidak mengikutinya
kepala sekolah kami marah-marah, begitu juga degan UPTD,”kata salah seorang guru yang meminta namanya tidak dituliskan, Rabu (5/8) pada wartawan.

Menurutnya, atas digelarnya pelatihan itu, terkesan hanya merugikan guru dengan membebankan biaya pada guru. “Besar kali lah yang diminta pada guru rasaku pak. Dan nggak mungkinlah anggaran dari pemerintah tidak ada yang dikucurkan untuk kegiatan itu,”keluh sumber.

Sementara Kepala UPTD Pendidikan Bilah Hulu enggan menampik atas pungutan yang ia lakukan pada sejumlah guru. “Benar kita kutip 550 ribu perguru, uang itu kita gunakan untuk membayar gedung Permata Land, dan membayar nara sumber yang kita hadirkan,”ujar Sari Gunung Sitinjak.

Selanjutnya, Kata Gunung, dari 600 ratus guru yang bertugas di Bilah Hulu, yang mengikuti pelatihan itu hanya 160
orang guru yang ikut serta dipelatihan tersebut. “Nggak semua guru ikut dalam pelatihan itu. Dan uang yang diminta pada sejumlah guru itu, kepala dinas juga tahu kok,”sebut Gunung menambahkan.

Kepala Dinas Pendidikan Sarimpunan Ritonga juga enggan membantah kalau hal tersebut diketahuinya, hanya saja kata Sarimpunan, jumlah besarnya anggaran yang dikutip anggotanya itu deketahui terbilang sangat besar.

“Betul memang aku ketahui kegiatan itu, laporannya pun memang sudah lama masuk sama saya, hanya saja aku tidak tahu kalau kegiatan itu dilaksanakan kapan,”terang Sarimpunan.

Ditambahkannya, atas ide pribadi yang dilakukan Gunung dengan cara membuat satu pelatihan di Hotel tersebut, ia
sempat kebingungan kalau anggaran yang diperuntukan untuk kegiatan itu dari mana anggarannya. Tapi,karena Gunung mengatakan swadaya guru se Kecamatan Bilah Hulu, ia pun memperbolehkannya asal tidak keberatan guru-guru.

“Ya itu ide si UPTD nya aja buat kegiatan seperti itu. Karena anggaran dari APBD tidak ada untuk itu, aku pun sempat bingung. Aggarannya dari mana,tapi dia bilang swadaya, jadi saya persilahkan saja, dan itu berlaku hanya di Kecamatan Bilah Hulu sajanya yang punya ide, kalau kecamatan lain tidak ada itu, itu pun pelatihan tersebut hanya di ikuti guru Matimatika saja, kalau guru Agama dan Olahraga tidak dikaitkan,”ucap Sarimpunan.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Ket. Gbr : Tersangka FA, pengisap ganja yang ditangkap Satres Narkoba Polres Psp di TPU Jalan Mgr Maradat Kec. Psp Selatan Kota Psp, Jum'at (20/7-2018). Foto Ali Akbar/SS

Polisi Amankan Pengisap Ganja Di TPU

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Seorang pemuda ditangkap Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan (Psp) di daerah Jalan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *