Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Miliki Narkoba, Guru Di Nias Barat Ditangkap Polisi

Miliki Narkoba, Guru Di Nias Barat Ditangkap Polisi

Nias, suarasumut.com — Karena kedapatan memiliki narkotika dan obat obatan terlarang (Narkoba) jenis ekstasi 9 butir, IFT (34) seorang guru di Kabupaten Nias Barat ditangkap personil Sat Narkoba Polres Nias. IFT ditangkap personil sat Narkoba Polres Nias di depan Bank BRI cabang Gunungsitoli, Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Jum’at (18/9) pukul 17.00 wib.

Kasat Narkoba Polres Nias AKP.Arius Zega, SH, MH melalui Paur Humas Polres Nias Aiptu.Osiduhugo Daeli yang ditemui wartawan di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kota Gunungsitoli, Jum’at (25/9), membenarkan penangkapan tersebut.

IFT ditangkap karena memiliki Narkoba Jenis ekstasi sebanyak 9 butir. Saat ditangkap, IFT sedang berjulan kerupuk di depan Bank BRI Cabang Gunungsitoli yang terletak di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli seminggu yang lalu pukul 17.00 wib.

Selain berjualan kerupuk, IFT juga berprofesi sebagai Guru di SMP Hayo, Kabupaten Nias Barat dan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). IFT ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat, sehingga personil Sat Narkoba Polres Nias melakukan penggeledahan terhadap IFT, dan menemukan ekstasi yang dikemas dalam plastik transparan dan disembunyikan dalam timbangan di mobil tersangka.

Sat Narkoba Polres Nias kemudian menggelandang IFT ke Mapolres Nias untuk dimintai keterangan, dan melakukan tes labfor terhadap barang bukti yang disita dari tangan IFT. Setelah dilakukan tes labfor, barang bukti yang didita dari IFT terbukti adalah ekstasi, dan kini IFT mendekam di tahanan Polres Nias untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya, IFT dijerat dengan pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun atau hukuman seumur hidup.

Berdasarkan informasi dari Pjs.Paur Humas Polres Nias, diketahui jika IFT telah tiga kali dipidana terkait kasus Narkoba, dan penangkapan IFT oleh Polres Nias merupakan yang ke empat kali. IFT juga mengaku menjalani profesi penjual kerupuk baru satu bulan, hal tersebut dijalani sepulang mengajar dari Nias Barat untuk menambah penghasilan keluarga, karena gaji sebagai PNS tidak cukup untuk menutupi kebutuhan keluarga.(ih/ss/nu)

Kata kunci terkait:
kasus NARKOBA di nias

Lihat Juga

Pemkab Nias Diperintahkan Bayar Kerugian PT CAU Rp 1,2 Milliar

Nias | suarasumut. com–Pengadilan Negeri Gunungsitoli perintahkan Pemerintah Kabupaten Nias untuk membayar kerugian PT Citra ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *