Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Merasa Janggal Di Potret, Bupati:Kalau Foto, Fotolah. Aku Kan Punya Usaha Sendiri
Foto: Bupati Tapteng Bakhtiar A Sibarani (baju batik) Saat Megang Uang Yang Dikelilingi Beberapa Satpol PP Tapteng di Sekitar Rumah Dinas Wakil Bupati Tapteng
Foto: Bupati Tapteng Bakhtiar A Sibarani (baju batik) Saat Megang Uang Yang Dikelilingi Beberapa Satpol PP Tapteng di Sekitar Rumah Dinas Wakil Bupati Tapteng

Merasa Janggal Di Potret, Bupati:Kalau Foto, Fotolah. Aku Kan Punya Usaha Sendiri

Tapteng | suarasumut.com  –  Bakhtiar Ahmad Sibarani Bupati Tapanuli Tengah sambangi wartawan saat pengambilan gambar selesai dikehadirannya open house dan ramah tamah Tahun Baru 2018 di Rumah Dinas Wakil Bupati Tapteng, di Jalan Raja Junjungan Lubis, Rabu (10/01/2018) Kecamatan Pandan.

Meninggalkan acara itu sekira pukul 16.44 Wib, tampak niat baik Bupati terhadap jajarannya yang dikerumuni Satpol PP ingin membagikan uang yang digenggam Bupati dalam blok pecahan 50 ribuan.

Bakhtiar merasa janggal akibat pengambilan gambar secara spontan oleh awak media, kemudian ia lalu menyodorkan uang tersebut ke wartawan.

“Mau foto, fotolah. Terserah, aku mau bagi uang sama anggota ku, aku kan punya usaha sendiri,” seru Bakhtiar sambil membagi-bagikan uang sebagai rasa perhatiannya yang tinggi terhadap sejumlah Satpol PP yang mengerumuninya di jalan DPRD Tapteng.

Selaku pejabat publik, ketika ditanya wartawan untuk THR tahun baru an, Bupati ini masih tetap berbicara simpatinya yang tinggi terhadap bawahannya.

Melihat hal tersebut Firman Tampubolon yang hadir dalam resepsi open house itu menyesalkan sifat seperti Bupati sebagai pelayan publik. Seharusnya kata Firman disampaikan secara tutur sapa yang berwibawa.

“Menurut saya seperti itu kurang profesional sebagai sosok pejabat publik terhadap masyarakat. Padahal, hanya pengambilan gambar tanpa ada menyinggung uang yang dibagikannya,”ujar Ketua Investigasi LSM KP3I ini.

Sementara itu Heri M menimpali, cara Bupati seperti itu tidak layak dicontoh pejabat lainnya.

dari Medan ini, tidak ada penyinggungan tentang uang yang dibagikan disekitar acara itu.

langsung sensitif sebagai pejabat daerah?, sementara wartawan itu ingin memberitakannya, diikut sertakan gambar. Kan kekompakan dua daerah yang hadir dalam open house ini kan bersinergi,”tutur Heri.

Dilain tempat, salah satu menyebutkan bahwa Bupati Tapteng kemungkinan kecapekan menyampaikan hal tersebut.

“Mungkin pak Bupati itu terlalu capek,” sebut salah seorang ajudan Bupati, di kantor Bupati Pandan.

Dalam open house dan ramah tamah di Rumah Dinas Wakil Bupati itu tampak berlangsung khidmat yang dihadiri pejabat Forkopimda, Pimpinan SKPD baik itu yang mewakili pejabat daerah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng.(ph/ss-tt)

 

Lihat Juga

KSOP Gunungsitoli Gelar Diklat Gratis Untuk Nelayan Gunungsitoli, suarasumut.com-- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas V Gunungsitoli gelar pendidikan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat kapal layar motor (KLM) secara gratis untuk nelayan di Kepulauan Nias. Jika berminat, nelayan di Kepulauan Nias bisa mendaftar di kantor KSOP Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara mulai tanggal 17 Oktober sampai 1 November 2018. Hal tersebut disampaikan kepala KSOP Kelas V Gunungsitoli Merdi Loi ketika di temui di kantor KSOP kelas V Gunungsitoli, Jum,at 19 Oktober 2018. Merdi memberitahu, diklat gratis kepada nelayan kerjasama dengan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, dan digelar selama lima hari atau tanggal 12 sampai 16 November 2018 di komplek pelabuhan Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Nelayan yang berminat bisa mendaftar di kantor KSOP dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa dan surat keterangan sehat dan tidak buta warna dari rumah sakit pemerintah. Membawa foto copy izajah minimal SD, dan bagi yang tidak punya izajah bisa diberi dispenisasi harus benar-benar nelayan, foto copy KTP/SIM, umur minimal 16 tahun dibuktikan surat akte kelahiran atau surat keterangan lahir dari Kepala Desa, foto ukuran 3x4 latar belakang berwarna dan mengisi formulir pendaftaran. Untuk snack dan makan siang para peserta selama pelaksanan diklat kita yang menanggung, dan usai mengikuti diklat, para peserta akan mendapat sertifikat basic safety training (BST) nelayan, sertifikat keterangan kecakapan (SKK) nelayan dan alat keselamatan (life jacket). Tidak lupa Merdi menambahkan jika pada tanggal 2 November 2018 akan dilakukan pemeriksaan buta warna oleh tim Dokter Politeknik Pelayaran Sumatera Barat dan selama pendaftaran dan pelaksanaan diklat sampai diterbitkan sertifikat, peserta diklat tidak dipungut biaya apapun atau gratis. "diklat khusus kita gelar bagi masyarakat yang benar benar nelayan dan tidak diterima peserta diklat yang profesinya bukan nelayan.AL

Meriahkan HUT Pemko Padangsidimpuan 158 Anak SD Dan TK Ikuti Lomba Mewarnai

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemko Padangsidimpuan yang ke-17 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.