Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Menjual Rokok Tanpa Bandrol Dapat Dipidana

Menjual Rokok Tanpa Bandrol Dapat Dipidana

Gunungsitoli | suarasumut.com — Menjual rokok tanpa bandrol atau menggunakan bandrol bekas dapat dikenakan pidana kurungan 7 tahun. Pedagang dan pengecer yang ada di Kota Gunungsitoli diminta untuk tidak menjual rokok yang tidak ada bandrolnya atau menggunakan bandrol bekas.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Kantor Wilayah Bea Cukai Medan Agus pada acara sosialisasi tentang cukai yang digelar di rumah Bale, Museum Pusaka Nias, Jalan Yos Sudarso, Kota Gunungsitoli, Senin (21/12).

“Jangan menjual rokok yang tidak ada bandrolnya atau menggunakan bandrol bekas. Menjual rokok yang tidak ada bandrol atau menggunakan bandrol bekas dapat merugikan kita semua, dan pelaku dapat dipidana 7 tahun penjara. Jika ada yang menemukan, silahkan lapor kepada kepala Dinas Perindakop dan UMKM Kota Gunungsitoli, supaya dapat ditindaklanjuti kepada kami,” tegas Agus.

Agus juga memberitahu, rokok yang rusak dalam perjalanan atau sudah lebih tiga bulan, tidak layak lagi dikonsumsi. Secara prosedur, rokok tersebut harus ditarik dan dilaporkan kepada Bea Cukai untuk dimusnahkan.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Deperindagkop Propinsi Sumatera Utara Rouli Tambunan, SE meminta para pedagang besar dan kecil yang hadir pada sosialisasi untuk menjadi pedagang yang cerdas.

Pedagang dan pengecer di Kota Gunungsitoli harus betul betul mengetahui apa yang diperdagangkan, dan paham rokok yang bisa dan tidak bisa dijual, serta mengerti apa yang dimaksud dengan pita cukai yang ada pada rokok.

“Pedagang besar dan kecil di Kota Gunungsitoli saya harapkan menjadi pedagang yang cerdas, serta tahu atau mengerti apa yang dimaksut dengan cukai. Pengawasan tidak hanya ada dipunggung aparat, tetapi pengawasan sangat kuat bila berasal dari masyarakat sendiri,” ujar Rouli Tambunan, SE.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli Yohanes Asarudy Halawa yang ditemui wartawan usai acara sosialisasi memberitahu, tujuan pelaksanaan sosialisasi tentang cukai adalah untuk memberikan pemahaman kepada pedagang, pengecer dan masyarakat di Kota Gunungsitoli apa yang dimaksud dengan cukai.

Cukai adalah pungutan negara kepada barang yang penggunaannya dikendalikan, diawasi, karena pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan. Barang yang kena cukai adalah rokok, tembakau dan minuman yang mengandung etil alkohol.(bh/ss/gs)

Kata kunci terkait:
sanksi rokok tanpa cukai, pertukaran rokok non bandrol, menjual rokok tanpa cukai, sanksi pidana menjual rokok tanpa cukai, pasal untuk rokok tanpa bandrol, hukum bandrol cukai bekas rokok, hukum jualan bandrol rokok, pantun banderol rokok, yang dimaksud bandrol rokok, pasal menjual rokok tanpa ijin

Lihat Juga

Labuhanbatu Kembali Raih Prestasi Dibidang Lingkungan Hidup

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu setelah menerima Penghargaan terbaik I Tingkat Provinsi Sumatera ...