Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Membantu Persalinan Dirumah Warga, Bidan Di Denda Rp. 1 Jt

Membantu Persalinan Dirumah Warga, Bidan Di Denda Rp. 1 Jt

Labuhanbatu, suarasumut.com – Kebijakan yang dibuat oleh kepala Puskesmas di ruang lingkup Dinas Kesehatan Labuhanbatu ini dirasa masyarakat sangat memberatkan.

Pasalnya, kebijakan tersebut ialah melarang para bidan desa untuk membantu persalinan di rumah warga dengan alasan untuk mengurangi angka kematian usai melahirkan, lantaran kalau melahirkan dirumah ditakutkan kondisi bayi dan ibunya tidak terawatt dengan baik, karena dirumah dianggap tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan saat persalinan.

Akibatnya, kaum hawa yang akan melahirkan diharuskan untuk datang ke pustu atau puskesmas terdekat serta tempat-tempat yang ditunjuk oleh bidan, namun masalahnya hasil pantauan suarasumut.com di beberapa tempat yang terisolir seperti, desa wono sari kecamatan , Desa Sei Tawar , Desa Sei Pelancang Kecamatan Panai Hilir, bahkan beberapa desa lainnya fasilitas pustu dan Puskesmas kurang memiliki fasilitas yang lengkap, belum lagi warga yang memiliki rumah jauh dari pustu maupun Puskesmas tentunya menjadi beban atau kendala nantinya.

Ironisnya, kebijakan yang dibuat Bupati Labuhanbatu ini dibarengi dengan sangsi sepihak tanpa UU atau peraturan yang dibuat-buat, yakni bindes (bidan desa ) tidak diperkenankan menolong persalinan di rumah warga, dan bila ketauhan oleh kepala Puskesmas maka bidan tersebut akan di denda Rp 1000.000 (satu juta) .

Dr.johan kepala Puskesmas Labuhanbilik kecamatan Panai Tengah , saat dikonfirmasi terkait kebijakan tersebut melalui selulernya 18/7, membenarkan hal tersebut, ia nya juga menambahkan kalau hal itu dibuat sebagai sangsi pelanggaran yang dilakukan bidan jika kedapatan menolong persalinan di rumah warga.

‘’benar pak, sangsi berupa denda satu juta rupiah itu memang diterapkan sebagai konsekwensi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh bidan desa, yang ke dapatan menolong pasien melahirkan di rumah warga, dan hal ini merupakan program Bupati Labuhanbatu,’’ ungkapnya.

Ia nya juga menambahkan, bagi masyarakat yang melahirkan anak pertama sampai ketiga di Puskesmas tidak akan dibebankan biaya apapun, sedangkan untuk obat-obatan ada ketentuannya.

Tapi dampak dimasyarakat dari kebijakan ini malah menjadi dilema , sebab masyarakat yang berdomisili jauh dari puskemas dan pustu terpaksa menggunakan jasa dukun bayi, sebab bidan yang nota bene berprofesi sebagai tenaga medis tidak dapat berbuat banyak, dan jika masih ada masyarakat yang nekat untuk menggunakan jasa bidan, maka harus menyiapkan uang sebesar satu juta rupiah untuk menutupi denda sang bidan, dan itu belum termasuk ongkos lainnya. (ta/ss/ph)

Kata kunci terkait:
bidan tidak boleh menolong persalinan, denda melahirkan di rumah, peraturan tidak boleh lahiran di bidan, denda 10 juta bagi bidan yg menolong persalinan dirumah pasien, aturan baru untuk persalinan, aturan melahirkan di bidan, Perda persalinan, apakah tidak diboleh kan melahir kn dirumah oleh pemerinta, apakah aturan melahirkan tidak diboleh dirmh sendiri, apa boleh melahirkan di bidan

Lihat Juga

Pemkab Nias Bantu Lanjut Usia Terlantar

Nias | suarasumut.com  —  Pemerintah Kabupaten Nias memberikan bantuan kepada 100 orang Lanjut Usia terlantar ...