Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Masyarakat Labusel Kecewa, Kinerja Kacabjari Kotapinang Tidak Serius Tangani Kasus Dugaan Korupsi

Masyarakat Labusel Kecewa, Kinerja Kacabjari Kotapinang Tidak Serius Tangani Kasus Dugaan Korupsi

Labusel, suarasumut.com  –  Kasus Dugaan tindak pidana korupsi dikabupaten Labuhanbatu Selatan semakin marak namun terkesan para penegak hukum hanya diam dan tutup mata, sementara para pelaku koruptor tidak pernah takut terjerat hukum, seolah olah para koruptor menganggap semua permasalahan bisa diatur dengan uang.

Seperti yang diungkapkan Budi (29) warga Kotapinang baru- baru ini kepada awak media. Budi menilai pihak Kejaksaan lambat tangani masalah dugaan korupsi. Contohnya, Adanya data laporan diterima pihak Kejaksaan cabang Kotapinang tentang tindak pidana korupsi pembangunan SMKN 1 di Kec.Sei Kanan Kab.Labuhanbatu Selatan yang bersumber dari dana Dak (swakelola) Dinas Pendidikan Labusel sebesar 5,4 M.  “Sudah setahun lamanya kasus tersebut menghilang begitu saja, dan menjadi tanda tanya pada kami masyarakat sampai saat ini,” ungkap Budi.

Hal senada juga disampaikan warga Kotapinang lainnya yang bernama Edi (35) kepada suarasumut.com, beberapa bulan yang lalu Edi melihat ada aksi demo di Kantor DPRD Labusel tentang persoalan kasus korupsi pembangunan SMKN 1 Sei Kanan. “Pada saat itu salah satu tuntutan pendemo yang saya dengar mengatakan meminta kepada penegak hukum dan DPRD agar segera mengusut tuntas kasus korupsi Pembangunan SMKN 1 Sei Kanan,”kata Edi.

Sementara awak media suarasumut.com pernah mendengarkan rekaman pembicaraan konfirmasi seorang wartawan dengan Kepala Sekolah SMKN 1 Sei Kanan, isi pembicaraan rekaman tersebut mengatakan bahwa Kepala Sekolah tidak tahu dan tidak pernah dilibatkan masalah proyek pembangunan ruang kelas SMKN dengan dana anggaran Rp.5,4 Milliar. Anggaran tersebut masuk ke rekening sekolah, kemudian anggaran tersebut dikirim kembali ke rekening Amin Wahyudi warga Rantauprapat atas perintah Bendahara Dinas Pendidikan, demikian isi dari rekaman tersebut.

Dari isi rekaman pembicaraan tersebut jelas pihak kontraktor dan Disdik melanggar aturan penggunaan anggaran dana DAK Swakelola, semestinya pihak sekolah yang harus mengelola anggaran tersebut, namun kepala sekolah malah tidak dilibatkan. Hal ini telah terjadi penyalahgunaan anggaran dan terjadi tindak pidana korupsi yang dilakukan pihak disdik dan pemborong. Hal ini menyebabkan masyarakat menilai pihak Kejaksaan Cabang Kotapinang terkesan tutup mata masalah korupsi di Labusel.(zr/ss/ls)

Kata kunci terkait:
berita korupsi labusel, dugaan korupsi didimas pendidikan labusel, kacabjari kotapinang

Lihat Juga

Kapolres : Anggota Polres Labuhanbatu Yang Beck-Up Judi Lapor Ke- Saya

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Polres Labuhanbatu terus gencar memburu pelaku perjudian diwilayah hukumnya. Terbukti dengan ...