Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Mantan Kadinkes Akhirnya Dijebloskan Ke Penjara

Mantan Kadinkes Akhirnya Dijebloskan Ke Penjara

Tebingtinggi | suarasumut.com  –  Setelah mendapat desakan dari berbagai elemen terkait kasus tindak pidana korupsi pembangunan gedung Pelayanan Obstetric Neonatal Emergency Dasar (PONED) di Dinas Kesehatan Tebingtinggi, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi melalui Seksi Pidana Khusus (Si Pidsus), akhirnya lakukan penahanan terhadap mantan Kadinkes, Ramses Siregar SKM. Ia dijebloskan ke tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Tebingtinggi, Senin (25/4/2016) sekira pukul 17.00 Wib.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung, SH didampingi Kasi Pidsus Rudi Heryanto, mengatakan kepada wartawan penahanan terhadap Ramses Siregar merupakan hasil pengembangan penyelidikan terhadap dua terpidana yang telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan negeri Tipikor Medan dan saat ini sedang menjalani hukuman yakni, Yani Nova selaku ketua panitia dan Susilo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Atas kasus ini, negara dirugikan Rp 132 juta, kedua terpidana telah mengembalikan kurang lebih sebesar Rp 52 juta. Ramses Siregar sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) terindikasi terlibat dan disangkakan telah melakukan tindak pidana primer pasal 2 ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2001 sebagaimana perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantas Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat (1) KUHP dan subsider Pasal 33 UU No 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Memang kerugian negara telah dikembalikan, Saat yang bersangkutan hendak dibawa ke Lapas telah mengembalikan sisa kerugian negara kurang lebih Rp 79 juta, namun proses hukum tetap berjalan,” jelas Fajar Rudi.

Tindak pidana korupsi pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Tebingtinggi terkait dengan penyalahgunaan dana DIPA APBN TA 2011 senilai Rp 1,67 Milyar pada pembangunan 6 Poned di Kota Tebingtinggi. Antara lain Puskemas Pasar Gambir Rp 279.048.000 pelaksana CV. BMS, Puskesmas Rantau Laban Rp. 391.957.000 pelaksana CV. Agrh, Puskesmas Rambung Rp. 281.883.000 pelaksana CV KAR, Puskesmas Teluk Karang Rp. 281.883.000 pelaksana CV TTU, Puskemas Satria dengan besar anggaran Rp. 122.787.000 pelaksana CV. VAL dan pembangunan Puskesmas Brohol Rp. 283.006.000 pelaksana CV PMS.

Ditambahkan Kasi Pidsus, seluruh rekanan telah diperiksa secara marathon sejak akhir Februari hingga awal Maret pada waktu lalu. Pemeriksaan terhadap rekanan pembangunan PONED di Dinkes karena adanya tindak pidana korupsi pada saat proses pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, serah terima pekerjaan dan pembayaran pekerjaan terhadap rekanan.

“Seperti halnya saat lelang pekerjaan yang dimulai dengan penawaran, dan setelah dinyatakan sebagai pemenang, pihak rekanan mengerjakan sesuai dengan kontrak. Jadi mulai lelang hingga pembayaran terhadap rekanan ada ditemukan terkait dengan tindak pidana korupsi,” katanya.

Lanjutnya, dalam pemeriksaan terhadap rekanan ditemukan kerugian Negara pada saat pelaksanaan tender, selisih pekerjaan yang artinya pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan bestek. Untuk itu diperlukan data data untuk melengkapi bukti untuk para tersangka, yakni Yani Nova selaku ketua Ketua Panitia, Susilo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Ramses Siregar selaku Kadis Kesehatan pada waktu pelaksanaan pembangunan berlangsung.

“Untuk selanjutnya tersangka RS akan dilimpahkan pada pengadilan Tipikor Medan untuk menjalani persidangan,” ujar Rudi mengakhiri keterangannya.(ag/ss-tt)

Kata kunci terkait:
kabar dinkes tapteng, kuasa pengguna anggaran dinkes sibolga, puskesmas satria tebing tinggi

Lihat Juga

Ika Bina En Pabolo Adventure 1 Labuhanbatu Diikuti 430 Riders Roda 2 Dan 70 Off Roader

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Event bergengsi “Ika Bina En Pabolo Adventure 1 Labuhanbatu” yang dilaksanakan ...