Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Mantan Bupati Labuhanbatu Kembali Tempati Rumdis RSUD, Plank Nama Rumdis Dirubah

Mantan Bupati Labuhanbatu Kembali Tempati Rumdis RSUD, Plank Nama Rumdis Dirubah

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Sejak 19 Agutus 2015 lalu, dr Tigor Panusunan Siregar yang merupakan mantan periode 2010-2015 kembali menempati rumah dinas (Rumdis) Direktur RSUD Rantauprapat tahun 1997-2009. Hal tersebut terlihat jelas pada plank nama Rumdis bernomor 118 di jalan KH Dewantara itu tertera nama dr Tigor Panusunan Siregar SpPD dan dr Fitra Laila Sp THT.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Kamis (17/9), kembalinya Tigor Panusunan Siregar ke Rumdis RSUD bernomor 118 di jalan KH Dewantara itu menjadi pergunjingan hangat ditengah-tengah masyarakat. Pasalnya, Rumdis tersebut di rehab berat menggunakan dana sebesar Rp650 juta bersumber APBD tahun anggaran (T.A) 2014 diperuntukan pada dokter spesialis penyakit dalam.

Direktur RSUD Rantauprapat, dr Natsir Pohan SpPD memilih bungkan saat dikonfirmasi di kantornya maupun dikonfirmasi melalui via short service massage (SMS) ataupun kantak langsung ke seluler pribadinya. Sekalipun bungkan saat dikonfirmasi sejak 2 hari lalu, namun secara diam-diam Direktur RSUD Rantauprapat itu merubah plank nama Rumdis yang ditempati Tigor Panusunan Siregar yang merupakan mantan Direktur RSUD tahun 1997-2009 dan juga mantan Bupati Labuhanbatu periode 2010-2015.

Semula plank nama Rumdis RSUD bernomor 118 tersebut tertera 2 nama penghuninya, yakni dr Tigor Panusunan Siregar SpPD ahli penyakit dalam dan dr Fitra Laila Sp THT ahli bedah kepala leher. Namun kini, plank nama Rumdis diubah dan hanya tertera nama dr Fitra Laila Sp THT ahli bedah kepala leher.

Sementara, Humas RSUD Rantauprapat, M Simanjuntak ditemui di ruang kerjanya mengaku tidak tau menahu tentang peruntukan 7 Rumdis RSUD yang berada di jalan KH Dewantara itu. Menurut Humas RSUD itu, Tigor Panusunan Siregar yang merupakan mantan Bupati Labuhanbatu itu menempati Rumdis istrinya beranama dr Fitra Laila Sp THT. “Gak tau saya mengenai itu. Langsung saja Diretur (RSUD) ditanya. Pastinya, itu merupakan rumah istrinya (Tigor Panusunan Siregar,red), gak mungkin mereka pisah rumah,” kata M Simanjuntak berceloteh.

Anehnya, Humas RSUD itu malah tidak mengetahui adanya perubahan plank nama Rumdis yang ditempati Tigor Panusunan Siregar bersama istrinya bernama Fitra Laila tersebut. Sementara, jabatan M Simanjuntak itu merupakan Kepala Tata Usaha RSUD Rantauprapat yang merangkap sebagai Humas. “Ada diubah? Gak tau saya ada itu diubah,” jawab M Simanjuntak sesaat dijelaskan plank Rumdis yang ditempati mantan Bupati Labuhanbatu dan juga mantan Direktur RSUD tersebut telah diubah.

Kabag Humas Pemkab Labuhanbatu dikonfirmasi via selulernya mengaku, Diretur RSUD Rantauprapat belum berhasil dikonfirmasinya melalui seluler yang dikontak sejak 2 hari lalu. Menurutnya, dia akan mengkonfirmasikan kepada Direktur RSUD itu dikala ada pertemuan hari peringatan ke-70 di . “Belum bisa saya hubungi, handphonenya gak aktif. Besoklah saya tanyakan langsung saat peringatan hari PMI di ,” kata Sugeng kemarin.

Sebelumnya, Sugeng menyebutkan Rumdis yang ditempati oleh Tigor Panusunan Siregar merupakan Rumdis dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan. Namun Humas Pemkab Labuanbatu itu menganjurkan untuk mengkonfirmasi Direktur RSUD, dr Natsir Pohan SpPD agar informasi yang diperoleh lebih akurat. “Sepengetahuan saya, itu rumah dinas dokter THT,” kata Sugeng beberapa waktu lalu. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

KSOP Gunungsitoli Gelar Diklat Gratis Untuk Nelayan Gunungsitoli, suarasumut.com-- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas V Gunungsitoli gelar pendidikan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat kapal layar motor (KLM) secara gratis untuk nelayan di Kepulauan Nias. Jika berminat, nelayan di Kepulauan Nias bisa mendaftar di kantor KSOP Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara mulai tanggal 17 Oktober sampai 1 November 2018. Hal tersebut disampaikan kepala KSOP Kelas V Gunungsitoli Merdi Loi ketika di temui di kantor KSOP kelas V Gunungsitoli, Jum,at 19 Oktober 2018. Merdi memberitahu, diklat gratis kepada nelayan kerjasama dengan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, dan digelar selama lima hari atau tanggal 12 sampai 16 November 2018 di komplek pelabuhan Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Nelayan yang berminat bisa mendaftar di kantor KSOP dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa dan surat keterangan sehat dan tidak buta warna dari rumah sakit pemerintah. Membawa foto copy izajah minimal SD, dan bagi yang tidak punya izajah bisa diberi dispenisasi harus benar-benar nelayan, foto copy KTP/SIM, umur minimal 16 tahun dibuktikan surat akte kelahiran atau surat keterangan lahir dari Kepala Desa, foto ukuran 3x4 latar belakang berwarna dan mengisi formulir pendaftaran. Untuk snack dan makan siang para peserta selama pelaksanan diklat kita yang menanggung, dan usai mengikuti diklat, para peserta akan mendapat sertifikat basic safety training (BST) nelayan, sertifikat keterangan kecakapan (SKK) nelayan dan alat keselamatan (life jacket). Tidak lupa Merdi menambahkan jika pada tanggal 2 November 2018 akan dilakukan pemeriksaan buta warna oleh tim Dokter Politeknik Pelayaran Sumatera Barat dan selama pendaftaran dan pelaksanaan diklat sampai diterbitkan sertifikat, peserta diklat tidak dipungut biaya apapun atau gratis. "diklat khusus kita gelar bagi masyarakat yang benar benar nelayan dan tidak diterima peserta diklat yang profesinya bukan nelayan.AL

Meriahkan HUT Pemko Padangsidimpuan 158 Anak SD Dan TK Ikuti Lomba Mewarnai

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemko Padangsidimpuan yang ke-17 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.