Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Laporan Penyerobotan Tanahnya Mandek, Warga Kecewa Dengan Penyidik Di Polres Nias

Laporan Penyerobotan Tanahnya Mandek, Warga Kecewa Dengan Penyidik Di Polres Nias

Gunungsitoli, suarasumut.com — Wasnidar Hulu alias Ina Ningsih (47) warga Desa Onozitoli Sifaoroasi, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, mengaku sangat kecewa atas kinerja penyidik unit IV Sat reskrim Polres Nias.

Laporan penyerabotan tanah miliknya di Desa Onozitoli Sifaoroasi yang telah dilaporkan di Mapolres Nias sejak tangga 4 Februari yang lalu tidak ada tindak lanjut hingga saat ini. Kekecewaan Wasnidar diungkapkan kepada wartawan ketika ditemui di kedai kelontong miliknya, di komplek Pasar Ya’ahowu, Jalan Lagundri, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Jum’at (15/5).

Menurut Wasnidar, tanah miliknya telah diserobot oleh pegawai Pegadaian Kota Gunungsitoli Martinus Waruwu alias Tinu dan telah membangun sebagian rumahnya diatas tanah tersebut selama beberapa tahun. Penyerobotan tanah miliknya diketahui ketika Badan Pertanahan Nasional dan penyidik Polres Nias yang dipimpin Ipda.Sonifati Zalukhu, SH melakukan pengukuran terhadap tanah milik Martinus Waruwu atas laporan penyerobotan yang dilakukan Herman Effendi Telaumbanua.

Setelah mengetahui tanah miliknya telah diserobot oleh Martinus Waruwu pegawai Pegadaian Kota Gunungsitoli, Wasnidar mengatakan bahwa dia dan keluarganya sudah beberapa kali mengingatkan terlapor agar dapat ditempuh jalan kekeluargaan atas tanah milinya yang telah diserobot.

Namun, terlapor seperti tidak menggubris, sehingga dia menempuh jalur hukum dengan melaporkan penyerobotan tanah miliknya yang dilakukan Martinus Waruwu ke Mapolres Nias pada tanggal 4 Februari 2014 degan Nomor : STPLP/38/II/2015/NS. Kerugian yang dia alami akibat tanahnya diambil sebagain oleh terlapor adalah sebesar Rp 7 juta.

Namun, hingga saat ini, laporannya tersebut menurut Wasnidar tidak ada tindaklanjut, bahkan dia terakhir sekali menerima surat pemberitahuan hasil penelitian laporan (SP2HP) dari penyidik Ipda.Sonifati Zalukhu, SH adalah tanggal 10 Februari yang lalu.

“ Saya heran dengan para penyidik, setiap saya tanya tentang laporan saya, alasannya juru periksa (juper) yang menangani kasus saya sedang sekolah. Sampai kapan jupernya sekolah terus, dan kasus saya tidak ada tindak lanjut,” tutur Wasnidar dengan kesal.

Kepala Unit IV Sat reskrim Polres Nias Ipda.Sonifati Zalukhu, SH yang dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Jum’at (15/5), menjelaskan jika kasus tersebut sedang proses dan pihak pertanahan sudah diambil keterangan terkait ukuran tanah.

“Kasusnya tetap jalan pak, dan kita sudah ambil keterangan pihak pertanahan, dan minggu depan akan melakukan gelar perkara. Kasusnya saat ini masih dalam penyelidikan dan tetap kita proses,” ujar Sonifati melalui telepon seluler.(sh/ss/gs)

Kata kunci terkait:
sonifati zakukhu

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...