Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Lahan Pasar Poriaha Akhirnya Masuk Dalam Persidangan

Lahan Pasar Poriaha Akhirnya Masuk Dalam Persidangan

 

MH : “Sepantasnya Pihak Tipikor Melakukan Penyelidikan”

 

Tapteng  | suarasumut.com  –  Lahan Pasar (Onan) Poriaha Kelurahan Tapian Nauli II Kecamatan Tapian Nauli rampung dibangun, namun lahan pasar tradisonal itu meninggalkan sebuah masalah besar yaitu menjadi rebutan kepemilikan. Ternyata sudah masuk dalam proses persidangan di pengadilan Negeri Sibolga atas gugatan dari pengakuan sejumlah kepemilikan.

“Para pihak yang mengaku pemilik lahan, gagal dalam melakukan mediasi, sehingga dilanjutkan pada proses persidangan. Kemarin, Kamis (23/3/2017) lahan pasar onan itu memang sudah saya jalani di sidang pertama,” kata MH, sebagai penggugat intervensi yang mengaku juga salah satu pemilik lahan yang dimilikinya dari ahli waris, Senin kemarin (27/3/2017).

Melihat kejadian ini, MH menilai, bahwa kinerja pihak Pemkab Tapteng begitu buruk, dimana dengan sewenang-wenangnya membangun pasar di lahan yang bukan milik Pemkab Tapteng.

“ Yang lebih fatal lagi, oknum pihak dari pemkab Tapteng di duga telah membohongi auditor Negara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang setiap tahun disahkan sebagai asset Pemkab Tapteng tanpa dasar kepemilikan yang jelas,” ungkapnya.

Menurut Dia, dengan adanya dugaan lapoaran fiktif tersebut akhirnya pemkab Tapteng mendapat bantuan untuk pembangunan Pasar Tradisional dari Kementerian Perdangan Republik Indonesia.

“Ini kejadian yang memalukan, sudah sepantasnya pihak Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) melakukan penyelidikan baik itu dari Kejaksaaan atau Kepolisian,” pinta MH.

Diungkapkannya, proses pengadilan ini selanjutnya akan di ikuti pada sidang pengadilan kedua, yang dijadwalkan pada Rabu 29/3/2017 di meja sidang Pengadilan Negeri Sibolga.

Sebelumnya, MH juga menyampaikan bahwa pihak yang di intervensi dalam persidangan itu telah disampaikan ke Pengadilan Negeri Sibolga pada bulan November 2016.

“Ini registrasi perkara dengan nomor 37/Pdt.G/2016/PN-SBG. Ada tiga (3) yang saya intervensi yakni pihak pengugat yang mengaku salah satu lahannya, pihak salah satu rekanan, dan pihak pemkab Tapteng,”bebernya sambil menunjukkan berkas lampiran pelaporannya.

Kepala dinas perdagangan pemkab Tapteng Berlin Doloksaribu mengatakan, perkara dalam lahan tersebut sudah di tangani kuasa hukum pemkab Tapteng. “Biar lebih jelas, hubungi aja pengacara pemkab Tapteng, Parlaungan Silalahi,” singkat Doloksaribu saat dihubungi media ini.

Via seluler, Parlaungan membenarkan bahwa lahan tersebut telah didampinginya dan akan dilanjutkan pada sidang pengadilan berikutnya. “Biar lebih lengkap, ikuti saja sidangnya di hari rabu ini,” tutupnya. (ph/ss-tt)

Kata kunci terkait:
pasar onan poriaha tapteng

Lihat Juga

452 Pramuka Ikuti Perkemahan Internasional 2017 Di Malaysia

JAKARTA | suarasumut.com  –  Sebanyak 452 anggota Gerakan Pramuka akan mengikuti Perkemahan Internasional di Selangor, ...