Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Kuasa BUD Nias Barat Dan Wadir CV.Ndrilo Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Kuasa BUD Nias Barat Dan Wadir CV.Ndrilo Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Gunungsitoli, suarasumut.com — Akibat melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembayaran ganda pada proyek pengerasan jalan di Desa Ononamolo II Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Nias Barat AG alias Ama Deos dan Wakil Direktur CV.Ndrilo AW alias Saleh terancam hukuman 20 tahun penjara.

Keduanya dijerat dengan pasal 2 Ayat 1, subsider pasal 9 jo pasal 4 dari UU RI no. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999, tentang tindak pidana korupsi jo pasal pasal 55 ayat 1 ke-1e dari KUHPidana.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Nias AKP.Selamat Kurniawan Harefa melalui Pjs.Paur Humas Polres Nias Aiptu.Osiduhugo Daeli kepada wartawan, ketika ditemui di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Selasa (25/8).

Kasat Reskrim Polres Nias menerangkan, proses penyidikan dan penetapan tersangka terkait kasus tersebut membutuhkan waktu yang lama, karena penyidik harus menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP dan hasil gelar perkara, serta bukti bukti dan hasil pemeriksaan saksi saksi.

Menurut AKP SK. Harefa, S.Pd,MH, penyidikan (sidik) kasus korupsi proyek pengerasan Jalan di Desa Ononamolo II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat telah dimulai sejak Juni 2014, dan telah menetapkan Kuasa BUD Pemkab Nias Barat AG alias Ama Deos dan Wakil Direktur CV.Ndrilo AW alias Saleh sebagai tersangka.

CV.Ndrilo Tidak Pernah Menangani Proyek Tersebut

Menurut Pjs.Paur Humas, dari pernyataan Kanit III, Sat Reskrim Polres Nias Aiptu Karib Zega, diketahui jika kasus tersebut terjadi pada tahun 2013. Kala itu, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nias Barat melaksanakan paket proyek pekerjaan pengerasan jalan di Desa Ononamolo II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Putra Moi dengan nilai kontrak Rp. 148.900.000 yang dananya bersumber dari P-APBD Kabupaten Nias Barat tahun anggaran 2013 sebesar Rp. 150.000.000. Seelah proyek selesai dikerjakan, dana proyek tersebut telah pada tanggal 30 Desember 2013 kepada CV.Putra Moi sesuai SP2D yang ditandatangani BUD AG.

Namun, pada tanggal yang sama, sesuai SP2D yang ditandatangani BUD AG, dana proyek tersebut juga dibayarkan kepada CV. Putra Moi melalui rekening atas nama wakil direktur AW alias Saleh sebesar Rp. 126.277.454.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan saksi saksi menurut Kanit III, CV. Ndillo tidak pernah ditunjuk ataupun mengerjakan paket proyek tersebut. Dari hasil audit BPK RI, Perwakilan Sumatera Utara kerugian negara diperkirakan sebesar Rp. 127.277.454.

Sesuai pemberitaan sebelumnya, kedua tersangka hingga saat ini masih belum ditahan, karena kedua tersangka dianggap kooperatif dan tidak menyulitkan penyidikan yang dilakukan penyidik Tipikor Polres Nias.(ih/ss/nb)

Lihat Juga

Ket. Gbr : Tersangka FA, pengisap ganja yang ditangkap Satres Narkoba Polres Psp di TPU Jalan Mgr Maradat Kec. Psp Selatan Kota Psp, Jum'at (20/7-2018). Foto Ali Akbar/SS

Polisi Amankan Pengisap Ganja Di TPU

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Seorang pemuda ditangkap Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan (Psp) di daerah Jalan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *