Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Kuasa BUD Dan Rekanan Di Nias Barat Jadi Tersangka Korupsi

Kuasa BUD Dan Rekanan Di Nias Barat Jadi Tersangka Korupsi

Gunungsitoli, suarasumut.com — Kuasa berinisial AD dan rekanan berinisial AW telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran ganda pada pelaksanaan proyek pengerasan jalan di Desa Ononamolo II, , Barat tahun 2013. Kedua tersangka belum dikenakan tindakan penahanan hingga saat ini oleh penyidik.

Hal tersebut diungkapkan Kasipidsus Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Junius Zega,SH, MH yang ditemui wartawan di ruang kerjanya di kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar, , Senin (10/8).

Kasus Ditangani Penyidik Tipikor Polres Nias

Junius menerangkan, kasus dugaan korupsi pembayaran double pada pelaksanaan proyek pengerasan jalan di Desa Ononamolo II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat yang dikerjakan CV.Ndrilo, ditangani oleh penyidik Tipikor Polres Nias.

Namun, Kejari Gunungsitoli telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari penyidik Tipikor Polres Nias. SPDP yang dilayangkan penyidik Tipikor Polres Nias diterima tahun lalu tanggal 10 Juni 2014, dan kembali diterima beberapa bulan yang lalu pada tanggal 25 Juni 2015.

Dalam SPDP, penyidik Tipikor Polres Nias memberitahu jika telah menetapkan kuasa BUD berinisial AG sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran double, pada proyek pengerasan jalan di Desa Ononamolo II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat yang dilaksanakan CV.Ndrilo.

“Selain menerima SPDP, kita juga telah menerima berkas kasus tersebut. Namun, berkas telah kita kembalikan kepada penyidik untuk melengkapi P19,” ujar Kasipidsus kepada wartawan.

Kasat Reskrim Polres Nias AKP.SK Harefa yang ditemui di Mapolres Nias, Selasa (11/8), membenarkan, penyidik Tipikor Polres Nias telah menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran double pada proyek pengerasan jalan di Desa Ononamolo II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat.

Penyidik Tipikor telah menetapkan kuasa BUD berinisial AG dan rekanan CV Ndrilo berinisial AW sebagai tersangka. Tetapi, kedua tersangka tersebut menurut dia belum dikenakan tindakan penahanan oleh penyidik hingga saat ini.

Atas perbuatan tersangka, negara dirugikan berkisar Rp 140 juta. Keduanya dijerat dengan pasal 2, 3 undang undang Tipikor nomor 31 tahun 1999, perubahan nomor 20 tahun 2001 dengan hukuman minimum 4 tahun dan maksimum 20 tahun penjara serta denda 1 milliar.

Kasat Reskrim menambahkan, dalam kasus tersebut, penyidik Tipikor Polres Nias terus melakukan pengembangan, dan tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya.(ih/ss/nb)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.