Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Krisis Air, PDAM Tirta Bina Rantauprapat Kecewakan Warga

Krisis Air, PDAM Tirta Bina Rantauprapat Kecewakan Warga

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Kemarau yang melanda kota Rantauprapat beberapa pekan terakhir, menyebabkan penurunan debit air Sungai Bilah. Bahkan, diprediksi mencapai diatas 80 cm.

“Ya, penurunan debit air di DAS Bilah cukup lumayan,” ujar Direktur Umum PDAM Tirta Bina Rantauprapat Asbullah Manurung, Kamis (21/4) di ruang kerjanya.

Perhitungan itu, kata dia melihat perubahan permukaan air di sungai tersebut. Sebab, sumur intake Water Treatment Plant (WTP) milik PDAM Tirta Bina di sungai Bilah mengalami kekurangan air.

Jika pada masa normal, sumur intake lebih dalam ketimbang permukaan air sungai. Tapi saat kemarau sekarang ini, kondisinya berbalik. “Jika kondisi air normal, kedalaman sumur intake satu meter di bawah permukaan air. Tapi saat ini sumur intake malah nyaris sama tinggi dengan permukaan air,”ujarnya.

Kata Hasbullah, dari 7 WTP milik PDAM, 2 WTP mengandalkan sumur bor air bawah tanah. Dan, saat ini tidak lagi difungsikan. Sedangkan 5 WTP lainnya memanfaatkan sumber air dari Sungai Bilah. Alhasil, untuk mengisi sumur tersebut, pihak manajemen PDAM Tirta Bina terpaksa membuat parit pembantu mengalirkan air ke dalam sumur.
Kondisi itu terjadi di sejumlah sumur intake WTP milik PDAM Tirta Bina yang berfungsi mendistribusikan air ke rumah warga selaku pelanggan. “Penyusutan air di sumur-sumur WTP, juga mengakibatkan terjadinya penyusutan distribusi air bersih kepada pelangggan PDAM Tirta Bina,”ulasnya.

Menurut Asbullah, hal ini disebabkan cuaca yang tidak stabil dalam beberapa pekan terakhir dan menyebabkan penurunan air sungai. “Secara normal PDAM Tirta Bina mengambil air dari Sungai Bilah sebanyak 40 liter per-detik. Namun, beberapa pekan terakhir hanya mendapat 20 liter per-detiknya, sehingga menganggu penditribusian air bersih kepada 7000 pelanggan,”katanya.

Kemarau yang melanda saat ini, menyulitkan warga untuk mendapatkan air bersih, lantaran sumur-sumur yang mereka jadikan sumber konsumsi air telah mengering sejak tiga minggu terakhir. Kekeringan air sangat dirasakan warga yang berdomisili di Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara.

Sabrina Dalimunthe warga Kelurahan Padang Bulan mengaku, akibat musim kemarau yang terjadi menghambat aktivitasnya sehari-hari dan terpaksa pergi ke tetangga terdekat yang berjarak satu kilometer untuk menumpang mandi dan mencuci baju.

Selama ini, dia dan warga disekitar tempat tinggalnya mengambil air dari sumur. Namun, sudah beberapa minggu air di sumur sudah mengering. “Kami sudah kesulitan mencari air. Sumur kami sudah mulai kering, terpaksa membeli air isi ulang,” kata dia.

Dampak dari musim kemarau juga dirasakan Siti Namora Siregar, warga Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan. Selama ini mengandalkan air hujan untuk mengisi sumur dan mencukupi kebutuhan air sehari-hari.
Kelangkaan ini cukup merepotkan. Sebab, jika ingin mencuci pakaian, terpaksa meminta air dari tetangga. “Kalau mau mencuci, kami minta air dari tetangga yang punya sumur bor. Jadi repot, kalau harus seperti ini terus,” ungkapnya.

Dia pun berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membuat jaringan saluran air ke pemukiman warga, sehingga krisis air yang dialami warga pada musim kemarau bisa teratasi

Bendungan

Terus menurunnya ketinggian permukaan air sungai Bilah mengindikasikan menurunnya jumlah debit air. Alhasil, dikhawatirkan jika berkelanjutan akan berdampak pada pendistribusian air bersih untuk masyarakat.

Untuk menanggulangi krisis air ini, pihak manajemen PDAM Tirta Bina Rantauprapat berencana membuat bendungan di DAS Bilah.

Pilihan kawasan yang diwacanakan di kawasan Kelurahaan Sibuaya Kecamatan Rantau Utara. “Ini masih tahap wacana di lingkungan kita. Bendungan diharapkan menjadi solusi penyediaan air,” ujarnya.

Untuk program ini, mereka masih membutuhkan pembahasan lebih mendalam dengan para analisis.
“Sebab mesti dikaji dari banyak aspek. Termasuk sosial budaya dan dampak lingkungannya,” kata Hasbullah seraya berharap Pemkab Labuhanbatu dapat mendorong wacana ini.

Penyertaan Modal

Selain itu, pihaknya kata Hasbullah akan mengajukan permohonan penyertaan modal pihak Pemkab Labuhanbatu ke BUMD PDAM Tirta Bina. Tujuannya, guna merevitalisasi beberapa aspek. Termasuk teknis, administrasi dan keuangan.

“Kita butuh dana untuk penyehatan PDAM Tirta Bina. Kita butuh penyertaan modal Pemkab. Permohonan yang akan kita ajukan Rp16 miliar untuk empat tahun kedepan secara bertahap,” imbuhnya.

Sebab, untuk menjaga kuantiti, kualitas dan kontiunitas penyediaan air bersih oleh pengelola PDAM, membutuhkan teknis, administrasi dan keuangan yang sehat. “Tapi ketiganya butuh dana yang tersedia,” ujarnya.

Terlebih lagi, ujar dia, penyehatan PDAM dibutuhkan guna mencapai target yang diproyeksikan seluruh penduduk Indonesia sudah bisa menikmati air minum dan sanitasi yang layak dalam lima tahun mendatang. Target ini merupakan bagian dari percepatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019.

“Untuk mewujudkan program tahun 2019, seluruh penduduk dapat menikmati air yang bersih,” imbuhnya.
Target ini menurut dia, merupakan tantangan besar. Butuh dukungan pendanaan yang kuat dan penerapan inovasi teknologi.

Menurut sejumlah data, saat ini persentase akses air minum aman mencapai 67,73 persen dan akses sanitasi 59,71 persen. Angka ini berada di bawah target Millenium Development Goals 2015 yakni 68,87 persen untuk air minum dan 59,71 persen untuk sanitasi.

Pada 2019, angka tersebut harus mencapai 100 persen. Padahal, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Indonesia hanya mampu mencapai target air minum dan sanitasi masing-masing sebesar 29,97 persen dan 34,9 persen.

Proses pencapaian target ini akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta Perusahaan Daerah Air Minum.(ta/ss-lb)

Kata kunci terkait:
penemuan mayat di sungai bilah rantau prapat, kenapa mobil pdam rantauprapat gantung di pagar, pdam tirta bina, penjual air di labuhan batu rantau prapat, Sabrina aek, udin p sungai bilah

Lihat Juga

Perppu Ormas Harus Dilihat Dari Prinsip Bernegara

Jakarta | suarasumut.com  –  Fraksi Partai NasDem menyatakan setuju Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang. “RUU ...