Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› KP2T Tebingtinggi Terbitkan 3.536 Izin

KP2T Tebingtinggi Terbitkan 3.536 Izin

Tebingtinggi | suarasumut.com  –  Sampai Oktober 2016, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Kota Tebingtinggi telah menerbitkan 3.536 surat perizinan yang terdiri dari 1.120 izin perekonomian, 1.361 izin perindustrian, perdagangan dan koperasi, 780 izin kesehatan serta 275 izin mendirikan bangunan (IMB).

Sedangkan dari 46 jenis perizinan dan non perizinan yang diberi kewenangan kepada KP2T Kota Tebingtinggi dalam hal penerbitan surat izin tersebut, hanya dua jenis perizinan yang pengutipan retribusinya dilakukan oleh pihak KP2T

Yakni izin gangguan (HO) dan IMB dengan total target Rp 1,410 miliar. Dan hingga tanggal 6 Oktober 2016, realisasi penerimaan retribusi dari kedua izin tersebut sebesar Rp 951 juta atau 67,5 persen.

Dari dua jenis izin yang retribusinya dikutip melalui KP2T tersebut, izin gangguan (HO) sebanyak 1.157 izin dengan jumlah retribusi sebesar Rp 679.214.000 disusul izin mendirikan bangunan (IMB) sebesar Rp 272.682.000 dengan total Rp 951.896.000”, demikian disampaikan Kepala KP2T Kota Tebingtinggi Suriadi M.Pd kepada wartawan, Kamis (13/10), diruang kerjanya.

Secara umum jumlah perizinan yang dikutip biaya retribusinya yang diterbitkan hingga Oktober 2016 ini adalah dari dua sektor yakni izin gangguan dan izin mendirikan bangunan dengan total 1.432 izin.

Sedangkan jenis perizinan yang paling dominan adalah dari sektor perekonomian, disusul Perindagkop, Kesehatan dan Izin Mendirikan Bangunan,”jelasnya.

Menurut Suriadi, KP2T Tebingtinggi terus mentelaah berbagai hambatan-hambatan yang kerap dihadapi masyarakat terutama ketika mengurus izin. KP2T terus berupaya merobah pola pikir masyarakat kita yang selalu beranggapan bahwa mengurus izin itu mahal, sulit dan payah, padahal saat ini hal itu sudah tidak berlaku lagi

“Silahkan datang langsung kesini akan kami layani dengan sebaik-baiknya. Bahkan saat ini kami juga meluncurkan motorcicle on the road yakni pelayananan langsung ke masyarakat, untuk menyadarkan warga, mengingatkan dan menagih retribusi warga yang ingin mengurus izin langsung ke masyarakat,”terangnya.

“KP2T akan berusaha untuk melakukan perbaikan pelayanan ke arah yang lebih instant, terukur, efektif dan efisien agar masyarakat merasa lebih puas,”katanya menambahkan.

Suriadi mengimbau masyarakat yang ingin mengurus perizinan untuk datang langsung ke kantor KP2T tanpa melalui perantara atau calo, untuk menghindari praktek pungutan liar (pungli).

“Silahkan datang langsung kesini, karena sistem pembayaran retribusi dilakukan secara transparan, jangan melalui calo supaya kita tidak menjadi korban pungli,” imbuhnya.

“Masalah waktu yang menjadi persoalan saat ini dalam mengurus izin, umumnya pengusaha enggan mengurus langsung ke KP2T karena waktunya untuk mereka datang ke KP2T, kita akan carikan solusinya yang terbaik,”tambahnya.

Suriadi mengaku Pemko Tebingtinggi dalam hal ini KP2T setempat akan terus berbenah diri untuk melakukan perbaikan yang lebih baik, terutama dalam membangun mindset (pola pikir) konstruktif dikalangan internal menuju pelayanan prima kepada masayarakat dunia usaha yang merupakan asset pendukung income PAD Kota Tebingtinggi. (ag/ss-tt)

Kata kunci terkait:
bentuk izin gangguan kp2t tebing tinggi

Lihat Juga

Bupati Taput Resmikan Listrik Tenaga Turbin Di Desa Lobusihim Kecamatan Simangumban

Taput | suarasumut.com  –  Usai sambut Kunjungan Presiden RI Joko Widodo, pada malam harinya Bupati ...